Peringati Hari Diabetes Sedunia 2025 : Eka Hospital Bekasi Berikan Edukasi Hidup Sehat Cegah Diabetes

KOTA BEKASI,Klikinews.com – Dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia 2025, Eka Hospital Bekasi  mengadakan acara Health Talk  dengan tema “Hidup Sehat, Cegah Diabetes’, yang diselenggarakan pada  Sabtu (15 /11/2025 ) bertempat di Auditorium Lt. 9 Eka Hospital Bekasi, Kota Harapan Indah Bekasi.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Diabetes Sedunia, yang secara global diperingati setiap tanggal 14 November.  “Kegiatan edukasi kesehatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan diabetes dan pentingnya perubahan gaya hidup sehat,” kata dr.Melisa Diah Puspitasari ,Sp,PD ,Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi,

Klik Inews poto / Ai : dr.Melisa Diah Puspitasari ,Sp,PD ,Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi.

Lebih lanjut kata dr.Melisa, dalam edukasi Kesehatan ini, bagaimana caranya mencegah supaya masyarakat Kota Bekasi  tidak terkena diabetes, “karena kita tau,diabetes itu segala komplikasinya 1 dari 10 itu orang dewasa kena diabetes.s etiap lima detik ada satu kematian akibat diabetes. Maka dari itu, kita harus bisa mengendalikannya,” jelasnya

Menurut  dr.Melisa, karena masyarakat memang aga susah mencegah makanan  yang di konsumsi seperi  Jungfood, makanan siap saji, makanan dan minuman kemasan manis,  kurangnya olahraga,  dan gaya hidup malas gerak ( mager).

“Tapi kita tetap harus berusaha, bagaimana caranya untuk menyadarkan  masyarakat dengan cara penyuluhan dan mengedukasi Kesehatan terkait diabetes. Krena makan karbohidrat dan manis terlalu banyak sangat tidak baik. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” jelasnya,

Klik Inews Poto / Ai.

Ironisnya,dr.Melisa mengungkapkan ,dari data pasien yang ditanganinya di Eka Hospital Bekasi yang mengkhawatirkan di 2025 ini  menunjukkan,  sebanyak anak-anak muda di wilayah Kota Bekasi  telah terdiagnosis menderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 1 sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan tahun tersebut. Kasus-kasus ini mayoritas menyerang anak usia di atas 10 tahun dan dipicu oleh faktor autoimun dari makanan siap saji. 

“Selain itu, secara umum di Indonesia, terjadi peningkatan diagnosis diabetes tipe 2 di kalangan remaja, yang disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti kurang aktivitas fisik dan konsumsi makanan tinggi gula. Peningkatan kasus diabetes pada usia muda ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan setempat, yang kini menggiatkan edukasi dan skrining di sekolah-sekolah untuk pencegahan dini,” tutup dr.Melisa (red).

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *