BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Wirausaha tani di wilayah Bekasi memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Potensi tersebut terus dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dosen STIKes Prima Indonesia dengan menerapkan teknologi pengolahan pupuk organik berbasis probiotik Limosilactobacillus fermentum.
Selama ini, mitra wirausaha tani telah secara mandiri mengelola pupuk organik sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan pertanian di lingkungan sekitarnya. Aktivitas ini menjadi modal penting dalam pengembangan usaha tani berkelanjutan. Melalui kegiatan PKM, potensi yang telah dimiliki mitra tersebut dioptimalkan agar proses pengolahan pupuk dapat dilakukan secara lebih terkontrol, sistematis, dan menghasilkan mutu produk yang lebih konsisten.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan secara partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan teknis. Mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemahaman konsep fermentasi, aplikasi probiotik pada bahan baku kotoran sapi, hingga pengaturan proses fermentasi pupuk organik. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa teknologi yang diperkenalkan mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra.
Ketua Tim PKM, Asbar Tanjung, M.Biomed, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mitra berdasarkan potensi yang telah dimiliki. “Mitra wirausaha tani di Bekasi sebenarnya sudah memiliki pengalaman dan komitmen dalam pengolahan pupuk organik. Melalui kegiatan ini, kami berupaya mengoptimalkan potensi tersebut dengan pendekatan teknologi sederhana berbasis probiotik agar kualitas produk semakin meningkat,” jelas Asbar Tanjung, M.Biomed kepada media , Senin ( 22/12/25).![]()
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola proses fermentasi pupuk organik. Mitra mampu menerapkan tahapan pengolahan secara lebih sistematis dan terkontrol, “sehingga pupuk organik yang dihasilkan memiliki mutu yang lebih stabil. Penerapan probiotik Limosilactobacillus fermentum dinilai sebagai inovasi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan usaha tani di tingkat masyarakat,”ujarnya,
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen STIKes Prima Indonesia yang terdiri dari Asbar Tanjung, M.Biomed sebagai ketua tim, bersama anggota Sharfina Maulidayanti, M.Si, dan Rifa’at Hanifa Muslimah, S.Tr.Keb., M.H. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), yaitu Dea Novita dan Eka Nur Hidayah, sebagai bagian dari praktik pembelajaran langsung di lapangan dan penguatan keterkaitan antara teori dan penerapan ilmu di masyarakat.![]()
Kegiatan PKM ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui skema PKM-P Tahun 2025, serta difasilitasi oleh LPPM STIKes Prima Indonesia. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan wirausaha tani, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian usaha tani serta mendorong penerapan teknologi tepat guna dalam mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah Bekasi.
Salah satu mitra wirausaha tani mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi usaha yang dijalankan. “Selama ini kami sudah mengolah pupuk organik dari kotoran sapi, tetapi lewat pendampingan ini kami jadi lebih paham cara fermentasi yang benar. Prosesnya sekarang lebih teratur dan hasil pupuknya juga lebih baik,” tuturnya (redaksi ).