Dokter Spesialis OBGYN Eka Hospital PIK : Tips Puasa Pada Ibu Hamil  Yang Perlu Diperhatikan

JAKRTA,Klikinews.com –  Puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah yang penuh makna. Namun, bagi ibu hamil, sering muncul pertanyaan : bolehkah berpuasa dan apakah aman untuk janin? Hal ini akan membahas dari sisi medis agar ibu hamil dan keluarga bisa mengambil keputusan yang bijak.

Disampaikan Dokter Spesialis OBGYN di Eka Hospital PIK, dr.Alfonso Anggr Iawan, Sp.OG , dari pertanyaan . bolehkah Ibu Hamil Ber puasa?   “Secara medis, ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kehamilan sehat dan tidak berisiko. Namun dalam ajaran Islam, ibu hamil termasuk golongan yang mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa jika khawatir terhadap kesehatannya atau janin,” ungkap dr.Alfonso Anggr Iawan,Sp.OG saat di konfirmasi media klikinews.com, Selasa (24/2/2026).

Klik Inews / poto : Eka Hospital

Artinya,keputusan berpuasa sebaiknya berdasarkan kondisi medis, dikonsultasikan dengan dokter kandungan, tidak memaksakan diri, kondisi ibu hamil yang  tidak disarankan  berpuasa  bila ibu mengalami : Hiperemesis gravidarum (mual muntah berat), Tekanan darah rendah atau sering pusing, Anemia sedang–berat, Diabetes gestasional, Riwayat kontraksi premature, Pertumbuhan janin terhambat (IUGR), Kehamilan kembar dengan risiko tinggi “karena pada kondisi tersebut, puasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi, hipoglikemia, hingga kontraksi,” jelasdr.Alfonso Anggr Iawan,

Apakah Puasa Mempengaruhi Janin ?

Pada kehamilan sehat, penelitian menunjukkan puasa umumnya tidak ber dampak signifikan terhadap berat lahir atau kondisi janin jika asupan nutrisi tetap tercukupi. Namun, jika ibu Kurang asupan cairan, Kekurangan kalori dan protein, Mengalami penurunan berat badan drastic, Maka dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Kunci utamanya adalah kualitas asupan saat sahur dan ber buka, bukan hanya kuantitas.

“Tips aman berpuasa untuk ibu hamil, jika dokter menyatakan kondisi aman, berikut panduan yang bisa diterapkan. Jangan lewatkan sahur, Pilih makanan tinggi protein (telur, ayam, ikan), karbohidrat kompleks nasi merah, oatmeal, lemak sehat, serta sayur dan buah,”tuturnya,

Klik Inews / Poto : Eka Hospital

Selain itu ,Tips sehat lainnya cukupi cair an 2–3 liter /hari, gunakan pola 2–4–2 :

 2 gelas saat berbuka

 4 gelas malam hari

 2 gelas saat sahur

✅ Hindar i makanan ter lalu manis & ber minyak

Lonjakan gula darah dapat membuat tubuh cepat lemas.

✅ Istir ahat cukup

Kurangi aktivitas berat dan paparan panas berlebihan.

✅ Tetap konsumsi vitamin pr enatal

Sesuai anjuran dokter.

Tanda Har us Seger a Membatalkan Puasa

Segera batalkan puasa jika mengalami:

⚠️ Pusing berat atau hampir pingsan

⚠️ Gerakan janin berkurang

⚠️ Kontraksi atau nyeri perut hebat

⚠️ Dehidrasi (urin sangat sedikit & pekat)

⚠️ Mual muntah hebat

“Kesehatan ibu dan janin selalu menjadi prioritas utama. Kesimpulan Puasa saat hamil bisa dilakukan pada kondisi ter tentu, tetapi tidak wajib jika berisiko bagi kesehatan. Setiap kehamilan berbeda, sehingga keputusan terbaik Adalah yang mempertimbangkan aspek medis dan kenyamanan ibu. Ingat, menjaga kesehatan ibu berarti juga menjaga kesehatan si kecil. Jika diperlukan, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum memutuskan berpuasa,” tutup dr.Alfonso Anggr Iawan (red/sam).

 

 

Editor : Aisyahra Mulyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *