BEKASI,Klikinews.com – Berpuasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang bagaimana menjaga tubuh tetap sehat dan bertenaga sepanjang hari. Dengan pola makan yang tepat, puasa justru dapat memberikan manfaat bagi metabolisme tubuh.
Berikut beberapa tips berpuasa sehat dari sudut pandang Spesialis Gizi Klinis Siloam Hospital Lippo Cikarang, dr.Antonio Alwin,Sp,.GK
Jangan Lewatkan Sahur
Sahur berperan penting sebagai sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat meningkatkan risiko lemas, sulit konsentrasi, hingga gangguan lambung. Pilih makanan dengan komposisi gizi seimbang, yaitu:Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum untuk energi tahan lama. Protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe untuk membantu kenyang lebih lama.
Serat dari sayur dan buah untuk menjaga kesehatan pencernaan dan memastikan kebutuhan vitamin serta mineral terjaga. Lemak sehat seperti alpukat atau kacang-kacangan dalam jumlah wajar. Hindari makanan terlalu manis saat sahur karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang membuat tubuh cepat lapar.
Terapkan Pola Hidrasi yang Tepat
Kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi meski waktu minum terbatas. Disarankan mengonsumsi minimal 8 gelas air per hari dengan pola 2-4-2 : 2 gelas saat berbuka , 4 gelas di sepanjang malam hingga sahur , 2 gelas saat sahur . Batasi minuman berkafein seperti kopi dan teh berlebihan karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan melalui urin.
Berbuka dengan Bijak
Saat berbuka, tubuh membutuhkan asupan energi secara bertahap. Awali dengan air putih dan kurma secukupnya untuk membantu mengembalikan kadar gula darah.
Hindari langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau tinggi lemak karena dapat menyebabkan perut terasa begah, nyeri lambung, dan mengantuk. Setelah membatalkan puasa, dapat diselingi dengan ibadah dahulu untuk memberi jeda waktu agar sistem pencernaan siap untuk menerima asupan makan utama.
Perbanyak Asupan Protein
Protein membantu mempertahankan massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Asupan protein yang cukup juga penting untuk menjaga metabolisme tubuh selama puasa. Sumber protein yang baik antara lain: Telur, Ikan , Ayam tanpa kulit ,Tahu dan tempe , Kacang-kacangan . Batasi Makanan Tinggi Garam dan Gorengan . Makanan tinggi garam dapat memicu rasa haus berlebihan saat berpuasa. Sementara itu, konsumsi gorengan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan kenaikan berat badan selama bulan puasa. Pilih metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.
Tetap Aktif Secara Fisik
Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran, seperti jalan santai, stretching, atau olahraga ringan sebelum berbuka. Hindari olahraga intensitas tinggi saat kondisi tubuh belum mendapatkan asupan cairan.
Perhatikan Kondisi Kesehatan Khusus
Bagi individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes, hipertensi, gangguan lambung, atau penyakit ginjal, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalankan puasa agar tetap aman dan terkontrol.
Puasa yang dijalani dengan pola makan dan hidrasi yang tepat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Kunci utama berpuasa sehat adalah tidak melewatkan sahur, memilih makanan bergizi seimbang, mengatur asupan cairan dengan baik, serta menghindari konsumsi berlebihan saat berbuka. Selain itu, menjaga aktivitas fisik ringan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing juga menjadi faktor penting agar puasa tetap aman dan nyaman.
Dengan perencanaan nutrisi yang baik, puasa bukan hanya menjadi ibadah, tetapi juga momentum untuk membentuk pola hidup yang lebih sehat dan teratur. Namun, bagi individu dengan kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter Spesialis Gizi Klinis anda agar manfaat puasa tetap optimal dan aman (red).
Editor : Aisyahra Mulyawati