JAKARTA,Klikinews.com – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi meluncurkan Security Command Center (SCC) pada Selasa (3/3/2026). Langkah strategis ini mendukung penguatan ketahanan digital di Indonesia seiring meningkatnya pengaruh kecerdasan artifisial (AI) yang turut mengubah lanskap keamanan siber.
SCC didukung platform keamanan terpadu dari Cisco, kemampuan mendeteksi ancaman siber dan machine learning analytics yang canggih dari Splunk, serta pemahaman mendalam terhadap pasar lokal dan global dari Cisco Customer Experience Services.
Presiden Drektur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, Kombinasi ini menghadirkan kemampuan deteksi, investigasi, dan respons secara realtime dalam skala besar untuk menjawab berbagai kebutuhan di sektor ekonomi digital Indonesia yang tengah tumbuh pesat.
“SCC juga siap membantu organisasi beradaptasi ditengah percepatan transformasi digital dan adopsi AI dengan memberikan visibilitas berkelanjutan dan insight berbasis AI guna mencegah serangan siber sebelum terlambat,” ujar Vikram Sinha kepada media, Selasa ( 3/3/2026).
Melalui SCC, Indosat menghadirkan solusi keamanan siber yang lebih inklusif melalui layanan yang memungkinkan tim operasional dan organisasi dari berbagai skala untuk menavigasi kompleksitas lanskap digital dengan lebih percaya diri.![]()
“Kehadiran Security Command Center, hasil kolaborasi Indosat bersama Cisco memperkuat sikap Indonesia terhadap keamanan siber dan menegaskan komitmen kami dalam melindungi pemerintah, para pelaku usaha, dan masyarakat,”tutur Vikram,
Chair and CEO Cisco, Chuck Robbin menambahkan, Perpaduan teknologi kelas dunia dan pemahaman terhadap kondisi pasar di Indonesia menciptakan infrastruktur digital yang aman dan tangguh untuk mendorong inovasi dan mendukung kemajuan digitalisasi di Indonesia secara jangka Panjang,
“Cisco bangga bisa melanjutkan kolaborasi dengan Indosat untuk menetapkan standar baru dalam ketahanan digital di Indonesia. Melalui kekuatan dari Cisco dan Splunk, kami menghadirkan fondasi infrastruktur yang andal dan tepercaya yang dibutuhkan organisasi di Indonesia untuk mengantisipasi ancaman siber berbasis AI guna menjadi yang terdepan di era ekonomi digital,” ujar Chuck Robbins, “jelasnya,
Seiring meningkatnya adopsi AI di dunia usaha, institusi publik, dan keseharian masyarakat, risiko ancaman siber yang semakin canggih juga meningkat. Keamanan harus terintegrasi di setiap lapisan infrastruktur digital, bukan sekadar tambahan atau solusi sementara.
“Kehadiran SCC memungkinkan hal tersebut melalui pemantauan berkelanjutan, visibilitas menyeluruh, serta intelijen yang dapat ditindaklanjuti, sehingga organisasi dapat focus pada inovasi dan pertumbuhan,” tutur Chuck Robbin (red).
Editor : Aisyahra Mulyawati