Masuk Musim Kemarau Panjang, Debit Air Di Kali Bekasi Terus Menyusut Volume Air Signifikan

KOTA BEKASI,JABAR,KlikInews.com – Musim kemarau di Indonesia pada 2026 diprediksi berlangsung lebih kering dan memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal akibat pengaruh fenomena El Nino yang aktif.

Puncak musim kemarau juga diprediksi terjadi secara bertahap pada Juli hingga September 2026, dengan Agustus menjadi bulan yang paling terdampak. Hal ini mulai terlihat di Kali Bekasi yang nampak kering dengan penyusutan volume air yang terlihat signifikan dari biasanya hingga terlihat dasar sungai.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi,Idi Susanto membenarkan,kondisi ini telah berlangsung beberapa hari dan kemungkinan besar akan berdampak pada pasokan air bersih untuk masyarakat karena air di Kali Bekasi merupakan air baku untuk PDAM.  “Pemerintah Kota Bekasi kini mulai menyiagakan langkah mitigas. cuaca panas yang tengah melanda sangat berpengaruh pada volume air sungai di Kali Bekasi,“ ujar Idi Susanto saat dikonfirmasi media klikinews.com,

Terkait pengaturan aliran air, Idi menjelaskan bahwa operasional buka-tutup Bendungan Presdo sepenuhnya merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR, bukan Pemkot Bekasi.

“Pada musim kemarau seperti saat ini, pintu bendungan dipastikan tidak akan dibuka karena kawasan hulu  di Bogor tidak diguyur hujan. Saat musim kemarau memang posisi debit air di wilayah hilir agak kering sejak tanggal  17 Juli 2026,“ jelasnya

Berdasarkan laporan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), status debit air Kali Bekasi masih berada dalam batas normal. Ketinggian TMA di titik pertemuan arus tercatat berada di level 350 sentimeter

„Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran terhadap Tinggi Muka Air (TMA) pada saat musim kemarau. Ini tidak terlalu berpengaruh kepada kita di Kota Bekasi. Kewaspadaan justru baru kita lakukan apabila kawasan hulu sedang hujan,” jelasnya,“ tutup Idi Susanto (red/mam).

 

 

 

— Oleh Jurnalis : Slamet—

— Editor : Nugraha —

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *