Tridarma Dosen STIKes Prima Indonesia :Abon Dari Ampas Kelapa Dan Ikan Kembung Jadi Inovasi PMT Balita Di Desa Mangunjaya Bekasi

BEKASI,Klikinews.com  — Kader Posyandu Kamboja di Desa Mangunjaya mendapat penguatan kapasitas melalui pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Inovasi yang diperkenalkan berupa abon bergizi berbahan dasar ampas kelapa dan ikan kembung sebagai alternatif makanan tambahan bagi balita.

Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Nahdiyatul Mukaromah, S.Tr.Keb., M.Keb dari STIKes Prima Indonesia. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mengembangkan PMT yang bergizi, ekonomis, mudah dibuat, serta memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

“Pemanfaatan ampas kelapa menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan ini. Bahan yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga diolah menjadi produk pangan bernilai guna. Ampas kelapa kemudian dipadukan dengan ikan kembung yang dikenal sebagai sumber protein hewani dan zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan balita,“ ujar Ketua Program pengabdian kepada masyarakat dari STIKes Prima Indonesia, Nahdiyatul Mukaromah, S.Tr.Keb., M.Keb saat di konfirmasi media klik Inews, Kamis ( 23/7/2026) di Bekasi.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap. Dimana tahap pertama berupa seminar edukasi pada 15 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, kader mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya PMT bergizi, kebutuhan gizi balita, serta peran posyandu dalam mendukung upaya pencegahan masalah gizi di masyarakat.

Tahap kedua dilanjutkan dengan demonstrasi memasak abon bergizi pada 12 Juni 2026. Para kader tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan abon, mulai dari persiapan bahan, pengolahan ampas kelapa dan ikan kembung, pencampuran bumbu, proses pemasakan, hingga penyajian produk akhir. Sebagai tahap akhir, dilakukan evaluasi keterampilan kader pada 9 Juli 2026.

“Pada kegiatan ini, kader Posyandu Kamboja diminta mendemonstrasikan kembali pembuatan abon bergizi secara mandiri. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana kader mampu memahami materi dan menerapkan keterampilan yang telah diberikan,“ paparnya,

Melalui kegiatan ini, kader Posyandu Kamboja diharapkan dapat menjadi penggerak inovasi PMT berbasis pangan lokal di Desa Mangunjaya. Selain meningkatkan keterampilan kader, program ini juga mendorong pemanfaatan bahan pangan sederhana menjadi produk yang lebih bernilai dan bermanfaat bagi ketahanan gizi balita.

„STIKes Prima Indonesia melalui program pengabdian kepada masyarakat, yang didukung pendanaan BIMA Kemendiksaintek ini berharap inovasi abon bergizi dari ampas kelapa dan ikan kembung dapat menjadi contoh pemanfaatan pangan lokal yang mudah diterapkan, ekonomis, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran kader Posyandu Kamboja sebagai ujung tombak ketahanan gizi balita di Desa Mangunjaya,“ tuturnya (red).

 

 

 

— Oleh : Tim Redaksi —

— Editor : Aisyahra Mulyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *