KOTA BEKASI,JABAR,KlikINews.com – Puskesmas Jatiluhur Jatiasih menyambut program Tracing TB yang diinisisasi oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan Tracing TB secara gratis sukses di gelar Puskesmas Jatiluhur bertempat di linkungan RW 011,Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih,Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (24/10/2026).
Hal tersebut disambut baik oleh Plt.Kepala Puskesmas Jatiluhur, dr.Wenty Prihantinah, Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan terus bergerak memberikan layanan kesehatan tingkat pertama untuk menekan angka penularan TB di lingkungan masyarakat secara proaktif di lngkungan Puskesmas Jatiluhur,

“Kegiatan tracing TB terintregrasi CKG ini kita mendapatkan lima lokus pemeriksaan kesehatan. Dan pelaksanaannya itu sudah berjalan dari bulan September sampai dengan November 2026. Untuk di bulan September udah terlaksanan satu kali di Lokus lingkungan RW06, yang kedua di awal Oktober juga sudah terlaksanna. Dan yang ketiga di Lokus RW011 sudah terlaksana Sabtu tanggal 24 Oktober 2026 berjalan dengan lancar,” kata dr.Wenty Prihantinah saat di wawancara media klikinews.com,Selasa (27/2026) di Puskesmas Jatiluhur,
Program ini berfokus pada transisi dari metode pasif menunggu pasien datang menjadi penemuan kasus aktif di Kota Bekasi. Tracing TB ini di RW011 disatukan dengan program cek kesehatan gratis untuk memperluas jangkauan
deteksi tanpa menunggu gejala parah muncul.
“Sasaran kami dari Puskesmas Jatiluhur menargetkan 100 orang yang mendapatkan undangan, diambil dari keterikatan dengan penderita TB mulai dari usia 0-lansia, tapi tracing TB ini di fokuskan untuk dewasa dan lansia, karena, kalau penularan TB ini untuk pemeriksaannya dengan dahak , kalau anak-anak belum bisa mengeluarkan dahak dan kemudian dengan Rontgen yang bekerjasama dengan RSUD Pondok Gede Bekasi” ungkapnya,
Lebih lanjut kata dr.Wenty, selain CKG, tim Puskesmas Jatiluhur juga memberikan edukasi dan pendampingan obat bagi penderita TB. Selain mendeteksi, Puskesmas memfasilitasi program Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
“Dari data di Puskesmas Jatiluhur, banyak juga warga berbobat mengeuhkan batuk gelaja TB, karena penyakit TB ini adalah nomor dua di dunia setelah India. Untuk penularannya melalaui udara , maka dari itu, jika ada orang batuk berdahak , kita juga harus menjaga jarak dan menggunakan masker untuk pencegahan penularan penyakit tersebut,” paparnya,

Ditempat terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Hadi Prabowo menyampaikan, bahwa pengintegrasian layanan ini merupakan strategi proaktif pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan mendasar dan berkualitas bagi seluruh warga.
“Melalui program Cek Kesehatan Gratis yang terintegrasi ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, tetapi juga langsung menjalani skrining TBC. Jika ditemukan gejala khas seperti batuk berkepanjangan, masyarakat akan langsung diarahkan untuk pemeriksaan dahak mikroskopis maupun Tes Cepat Molekuler (TCM) tanpa dipungut biaya,” ujar Hadi Prabowo (Red/adv/uptdjtlhr).
Penulis Oleh : Ai
Editor : Aisyahra Mulyawati











































