BEKASI, KlikInews – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam mendukung kebutuhan siswa, meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, serta menyempurnakan tata kelola Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, BRIN telah memperkenalkan sejumlah produk inovasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
“Hari ini kami juga didukung beberapa hal yang menurut saya akan sangat bermanfaat untuk Sekolah Rakyat ke depan. Salah satu di antaranya, kita disajikan sepatu produk inovasi BRIN. Ini tentu kalau nanti bisa diberikan kepada siswa baru di tahun ajaran depan, akan lebih efisien,” ujar Gus Ipul di Bekasi, Kamis (8/10/2026).
Menurut Gus Ipul, sepatu hasil inovasi BRIN tersebut merupakan produk dalam negeri yang berpotensi membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan siswa. Selain sepatu, BRIN juga memperkenalkan teknologi pengolahan sampah dan inovasi penyediaan air bersih yang dinilai relevan dengan kebutuhan lingkungan Sekolah Rakyat.
“Intinya, kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam kerangka untuk terus berusaha menyempurnakan dan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini,” katanya.
Gus Ipul menjelaskan, jumlah siswa Sekolah Rakyat saat ini telah melampaui 44.000 orang. Mereka didukung lebih dari 10.000 guru serta tenaga kependidikan lainnya.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah juga terus memperluas pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Saat ini, pembangunan telah menjangkau 93 titik di seluruh Indonesia, sementara pembangunan di lebih dari 60 titik tambahan direncanakan dimulai pada tahun ini.
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat. Fasilitas tersebut direncanakan dapat menampung lebih dari 2.000 siswa untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, terutama mereka yang berada pada kelompok kesejahteraan desil 1 dan desil 2.
“Semua sudah tahu, ini adalah persembahan dari Bapak Presiden untuk keluarga paling tidak mampu. Untuk anak-anak yang putus sekolah, anak-anak yang belum pernah sekolah, tidak sekolah, maupun berpotensi putus sekolah di desil 1 dan desil 2,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menilai investasi di bidang pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengatasi kemiskinan. Menurutnya, pendidikan harus mampu membantu setiap anak menemukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengembangkan Sekolah Rakyat sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk memperoleh kesempatan belajar.
Arif mengatakan, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda dan tidak seluruhnya dapat diukur hanya melalui prestasi akademik. Karena itu, lingkungan belajar yang memadai dan fasilitas yang mendukung diperlukan agar kemampuan setiap siswa dapat berkembang secara optimal.
“Karena kita yakin bahwa semua orang memiliki potensi masing-masing yang kadang-kadang secara kasat mata tidak terlihat. Sekolah Rakyat ini adalah sekolah yang berusaha menemukan kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh setiap siswa, di mana kekuatan itu sifatnya unik dan harus dikembangkan,” katanya.
Baca juga: Hadiri Fun Run Wawali Harris Bobihoe Sebut Warga Bersemangat Jalani Pola Hidup Sehat
Menurut Arif, Sekolah Rakyat merupakan terobosan penting dalam kebijakan pendidikan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Dukungan fasilitas dan ekosistem belajar yang kondusif diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa, termasuk mereka yang selama ini belum menonjol dalam bidang akademik.
Kerja sama Kemensos dan BRIN ini diharapkan memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan siswa maupun pengembangan sarana pendukung pendidikan.
Sebelumnya, Kemensos juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat pendampingan dan pembinaan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat. (mam)
Oleh jurnalis: Slamet B.
Editor: Sakha Linggana A.