KOTA BEKASI, KLIK INEWS – Ratusan siswa SMP Negeri 11 Kota Bekasi mengunjungi Pasar Wisma Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/10/2026). Kedatangan mereka bukan sekadar untuk berbelanja, melainkan mengikuti kegiatan edukasi pasar tradisional dengan belajar bertransaksi dan mempraktikkan tawar-menawar secara langsung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Cinta Pasar Tradisional yang diarahkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Melalui program ini, para pelajar diajak mengenal produk lokal sekaligus memahami aktivitas jual beli di pasar tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Ika Inda Yarti, didampingi Kepala Bidang Pasar Yudhistira, mengatakan kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Pasar Seroja, Harapan Jaya. Sejumlah SMP negeri lainnya juga telah mengikuti kegiatan edukasi di Pasar Baru.

“Jadi itu pun sudah dilakukan, ada beberapa SMP negeri lainnya di Pasar Baru. Sehingga itu sudah berjalan. Saya yakin ke depannya ini akan terus berjalan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan baik dan anak-anak senang,” kata Ika Inda kepada media.
Baca juga: Belajar Belanja dan Menawar, Siswa SMPN 5 Bekasi Kunjungi Pasar Seroja
Menurut Ika, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan pasar tradisional kepada pelajar, tetapi juga memberikan pengalaman belajar di luar kelas atau outing class dengan suasana yang berbeda.
Ia berharap, melalui edukasi pasar tradisional sejak jenjang SMP, para siswa semakin mengenal pasar rakyat dan memiliki kecintaan terhadap produk lokal yang dijual di dalamnya.
“Yang paling penting adalah anak-anak cinta terhadap produk yang ada di pasar tradisional atau produk lokal yang ada di pasar tradisional,” ujarnya.
Ika menjelaskan, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan pembelajaran. Selain mengenal suasana pasar dan berinteraksi langsung dengan pedagang, siswa juga dilatih agar lebih mandiri dan bertanggung jawab saat berbelanja.
Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi Bahas ProPemPerda 2026 Dan Persetujuan APBD Tahun Anggaran 2027
Para pelajar diajarkan mengelola uang belanja, bersikap jujur, membandingkan harga barang, hingga memahami cara menawar kepada pedagang. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal praktis bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kedua, mereka bisa lebih mandiri dan punya tanggung jawab terhadap perbelanjaan, jujur, serta bisa membandingkan harga. Sehingga mereka juga diajarkan bagaimana cara menawar dan sebagainya,” pungkasnya.
Melalui program edukasi pasar tradisional ini, Pemkot Bekasi berharap generasi muda semakin mengenal pasar rakyat dan terbiasa berinteraksi langsung dengan pedagang serta produk lokal. (Mam)
Oleh jurnalis: Slamet B.
Editor: Sakha Linggana A.












































