KOTA BEKASI,JABAR,KlikInews.com – UPTD Puskesmas Jatiluhur-Jatiasih bekerja sama dengan Yayasan Ibtisamah Mulia dan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi untuk menghadirkan dan mengembangkan program Layanan Ramah Disabilitas Komunitas Tuli yang telah dilaksanakan di Yayasan Ibtisamah Mulia,Jl.Wibawa Mukti 2, Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih,Kota Bekasi, pada pada tanggal 13 Agustus 2026.
“Kolaborasi ini memfokuskan pelayanan kesehatan inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas tuna rungu wicara (Sahabat Tuli) di wilayah Jatiluhur, Jatiasih,” ujar Plt.Kepala Puskesmas Jatiluhur, dr.Wenty Prihantinah saat dikonfirmasi media klikinews.com,Sabtu (31/10/2026).
Dalam pelaksanaannya,kua dr.Wenty, Puskesmas Jatiluhur bersama FK Universitas Yarsi untuk memberikan pembekalan, serta pelayanan kesehatan yang aksesibel bagi komunitas disabilitas tersebut.
“Langkah UPTD Puskesmas Jatiluhur dalam hal ini memprioritaskan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas tuli merupakan wujud nyata pemenuhan hak aksesibilitas layanan publik yang inklusif,”jelasnya,
Diakui dr.Wenty, penyediaan layanan ramah disabilitas di tingkat fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas Jadiluhur sangat krusial, guna meruntuhkan hambatan komunikasi yang kerap dialami oleh teman tuli saat mengakses fasilitas medis.
“Kerjasama ini , khususnya tim medis kami dari Puskesmas Jatiluhur telah mendapatkan pelatihan bahasa isyarat dari dari Yayasan Ibtisamah. Jika ada penyandang disabilitas dari Yayasan Ibtisamah akan berobat, tim kami akan memberikan layanan Kesehatan prioritas maupun dalam berkomunikasi bahasa isyarat sudah siap akan mendampingi Disabilitas selama berobat,”papar dr.Wenty.

Adapun beberapa aspek penting dalam implementasi layanan inklusif disabilitas di puskesmas Jatiluhur. Kemudahan akses Informasi,mengintegrasikan petunjuk visual yang jelas atau memanfaatkan platform digital seperti pendaftaran daring untuk meminimalkan hambatan antrean.
“kami menyediakan jalur ramah kursi roda guna mendukung kenyamanan seluruh kelompok disabilitas. Dan pelayanan ramah , Responsif,serta melatih kesiapan petugas garda depan agar lebih peka dan solutif dalam melayani kebutuhan komunikasi khusus pasien tuli,” tutur dr.Wenty (red/adv/pskms-jtlhr).
Editor : Aisyahra Mulyawati






































