Dialog Interaktif Akademisi Institut STIAMI Bahas Tentang Pemberlakuan UUCK 11/2020 Dulu, Kini Dan Nanti

KOTA BEKASI,KLIK INEWS.COM – Institut STIAMI Kampus B Cikarang,Kabupaten Bekasi, bersama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar dialog Ineraktif Akademisi Menjemput Praktisi, dengan tema “menyoal tentang pemberlakuan UUCK 11/2020, DULU, KINI dan NANTI” pada hari Jum’at, 24 Juni 2022 dengan Pemantik Diskusi Marwito, Direktur Area GNIK  Kabupaten Bekasi.

Dialog Interaktif menghadirkan Rektor Institut Stiami, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, Direktur GNIK Yunus Triyonggo, HR & GA Director PT Bridgestone Tire Indonesia, Ketua Steering Committee GNIK Pusat Woeryono, Lawyer & Konsultan Hubungan Industrial, Anwar Budiman, Lawyer, Dosen dan General Manager sebagai pembicara dalam kegiatan Dialog Interaktif.

“kegiatan ini dibuka untuk Para Praktisi HR se-Jabodetabek. Para pembicara menyampaikan presentasinya dengan sangat menarik sehingga memantik antusiasme dan semangat para peserta untuk turut berpendapat, mengomentari, bertanya, dan mendiskusikan isu-isu seputar tema yang dipresentasikan oleh para pembicara,ujar Rektor Institut Stiami, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, Rabu (29/06/22).

Salah satu hal menarik yang disampaikan Yunus Triyonggo, dalam pemaparannya terkait pemberlakuan masa kini adalah bahwa apa yang tercantum sekarang adalah illustrasi pemikiran dulu. Sementara, Anwar Budiman, berbicara tentang masa Dulu, menyampaikan bahwa Hukum itu mengikat kecuali jika dilakukan perubahan, sebaliknya sampai hukum itu ditetapkan maka perubahan akan selalu ada, jadi jangan gamang dengan pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja.

Sementara itu Dr.Woeryono membahas tentang pemberlakuan UUCK masa Nanti, menyampaikan Nantinya Undang-undang Cipta kerja tak akan berlaku bagi pengusaha dan pekerja yang telah memiliki Perjanjian Kerja Besama (PKB) atau peraturan perusahaan (PP). Artinya UU Cipta Kerja tak akan berlaku bagi beberapa buruh yang sudah memiliki PKB sebelum UU Cipta Kerja resmi berlaku.

“Kuliah itu tidak hanya untuk mencari kepintaran, tapi kuliah adalah proses pendewasaan berfikir, yang paling tidak kita bisa tahu bertanya nya kepada siapa jika menemui masalah. Lingkaran terluar dalam sebuah kepemimpinan adalah Administrasi, Lingkaran selanjutnya adalah Manajemen dan Lingkaran yang paling dalam adalah Komunikasi,”jelasnya.

Institut STIAMI menjadi pilihan yang tepat untuk melanjutkan Kuliah ke Jenjang Selanjutnya. Dan Institut STIAMI membuka lebar ruang, Mau Kuliah, mau Sharing maupun mengajar untuk para praktisi dalam upaya penciptaan sinergitas dan percepatan capaian link and match sertana capaian kompetensi kerja di dunia akademisi, dunia industri, dunia usaha, dunia organisasi dan relasi.
Dialog Interaktif ini diikuti oleh lebih dari 75 orang, yang berasal dari para praktisi HR dan General Affair se- Jabodetabek.

“antusiasme para peserta terhadap kegiatan ini semakin mendorong Institut STIAMI, untuk senantiasa menghadirkan kajian-kajian yang edukatif dan produktif tidak hanya bagi Akademisi dan Prakstisi saja melainkan juga bagi masyarakat luas,”tutur (asm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *