BANDUNG,KLIK INEWS.COM – Dengan kemajuan Teknologi digital yang saat ini terus berkembang sangat pesat, Instruktur Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Iwan Hermawan memiliki ide untuk mengembangkan Inovasi Smart Farming dibidang Pertanian hingga saat ini.
Ketika diwawancarai tim media klikinews.com,Iwan Hermawan menyampaikan, sejak bergabung di BPVP Bandung Barat dari tahun 2016 , kemudian dia memiliki ide untuk mengembangkan sebuah Software yang bisa mengintregasikan, tercetuslah ide untuk membuat Inovasi Aplikasi Smart Farming, adalah teknologi pertanian yang menggabungkan Platform digital seperti Hanphone,Tablet atau Gudjet untuk mendapatkan data- datanya terkait dengan parameter dibidang pertanian yang dibutuhkan yang dibantu dengan sensor di konektinitaskan dengan Internet.![]()
“Dari ide tersebut muncul juga dituangkan, karena BPVP Bandung Barat sendiri memiliki unggulan bidang pertanian, salah satunya memiliki luas lahan 4,6 hektar, dimana dalam pemeliharaannya yang Intensif. Dari situ berkembanglah kecaanggihan Teknologi Smart Farming , bagaimana saya disaat libur, namun tanaman yang ada di BPVP Bandung Barat tetap terawatt dengan baik ,” kata Iwan Hermawan,
Kemudian baik penyiraman dan pemupukan diarea lahan seluas 4,6 hektar secara digital yang bisa dilakukan di rumah melalui Aplikasi Android , semua jadi mudah diatasai dari jarak jauh, tanamanpun tetap segar dengan perawatan digital tersebut.
BPVP Bandung Barat memiliki kolam ikan dengan berbagai perikanan yang kami olah untuk tujuan pelatihan. Disitulah tercetus untuk melakukan perawatan kemudian , terhadap tanaman dan ikan di kantor secara digital. Fungsi Software yang dikembangkan ini untuk mengontol System Irigasi. ![]()
“walaupun lagi libur kerja, kita tetap melakukan penyiraman dan pemupukan ,dan bisa pemantawan secara realtime melalui sebuah aplikasi disaat saya sedang ada dinas luarpun terpantau,” jelasnya.
Kehebatan Smart Farming juga bisa mengembangkan Software pemberian pakan ikan menggunakan Smart Farming mengembangkan software untuk pemberian nutrisi hydroponic dan pemantauannya juga,sekaligus pengontrolan secara realtime melalui aplikasi.
“Manfaat Smart Farming lainnya bisa melakukan perawatan tanaman menggunakan Smartphone , dan ada beberapa parameter – parameter sensor yang kita tanam diarea lahan pertanian. Kita bisa melakukan suatu analisis sensore yang kita tanam itu bisa dilihat, apakah tanaman itu perlu perawatan atau tidak , pemupukan atau tidak akan terlihat,” papar Iwan. ![]()
Ketika ditanya suka dukanya dalam pengembangan Inovasi Smart Farming, Iwan mengungkapkan, bahwa Software tersebut banyak sedikit mengenal bahasa pemogramannya aga cukup rumit, dan mennguanakannya melalui android ,dan kebutuhan di pertanian seperti apa. Disatu sisi lain, dia juga harus beradaptasi dengan dunia pertanian yang bagi saya baru, tidak mudah yang bisa berkutik didunia IT dan tiba-tiba harus bertranspormasi kolaborasi , dan mengimplementasikan kedunia pertanian.
“Saya juga dituntut banyak belajar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang terus berkembang pesat , untuk bisa dibutuhkan didunia pertanian ini. Dari situ saya banyak bertanya serta banyak memerlukan kolaborasi dengan Instruktur – Instruktur yang Kompeten dibidang pertaniannya, kemudian saya melakukan uji coba riset untuk mendapatkan parameter yang sesuai yang dibutuhkan ,” jelasnya.![]()
Kemudian proses perakitan aplikasi tersebut memerlukan waktu lama,karena harus mendapatkan arus listriknya, kadang beberapa kali gagal juga, tetapi dirinya tidak menyerah begitu saja dan merasa tertantang untuk bisa berhasil dalam temasukanya didalam sofwarenya banyak kesalahan dalam rangkaian yang sering terjadi.
“dalam sukanya, dalam Inovasi Smart Farming ada kepuasan saya sendiri ketika bisa berkontribusi dibidang pertanian , kita tau sendiri dunia pertanian ini banyak didominasi oleh usia 40 tahun keatas dan petani milenial yang mulai mengembangkan teknologi untuk kemajuan usaha bidang pertaniannya,” tuturnya (sam).