KOTA BEKASI, KLIK INEWS.COM – Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi berlangsung sangat meriah. Teriknya matahari tidak menyurutkan antusiasme masyarakat menyaksikan pawai yang berangkat dari kelenteng Hok Lay Kyong, Jalam Kenari, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur Minggu (05/02/2023).
Pawai Cap Go Meh skaligus pawai budaya kni dilepas oleh Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto, Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, Ronny Hermawan, Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Kav Luluk Setyanto. Kapolsek Bekasi Timur Kompol Ridha Poetra Aditya didampingi Wakapolsek AKP Hotman Hutajulu juga nampak hadir. ![]()
“Hari ini kita melaksanakan perayaan Cap Go Meh, yaitu penutupan tahun baru imlek di Kota Bekasi, antusias masyarakat begitu besar, jadi kita lihat sudah ada ribuan orang stanby kesini, jadi sudah seperti pesta rakyat,” ujar Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, Roni Hermawan yang juga ketua DPC Demokrat Kota Bekasi ini.
Perayaan Cap Go Meh merupakan tradisi usai merayakan Imlek 2574/2023. Sempat dilarang para era orde baru, perayaan Cap Go Meh menjadi hiburan tersendiri yang dinanti masyarakat. ![]()
“Sebetulnya ini ritual yang sudah dilaksanakan ratusan tahun lalu, cuka sempat terhenti pada era Orde Baru. Kemudian sekarang dilanjutkan lagi, jadi ini namanya ritual pawai gotong tepekong, ini nanti digoyang-goyang, bergembira suka cita, intinya mengusir roh-roh jahat pengaruh-pengaruh negatif supaya kita Bekasi terbebas dari bencana banjir, gempa bumi, dan lain-lain,” jelas Roni Hermawan.
Diketahui juga bahwa pada perayaan Cap Go Meh tahun ini dirasakan berbeda, karena sejak pandemik Covid-19 kemarin, segala keramaian dibatasi aturan dari pemerintah.
“Ya memang waktu PPKM pandemi tidak ada perayaan imlek cap go meh selama dua tahun, tahun ini dilaksanakan kembali. Jadi saya liat ini antusias nya begitu luar biasa,” kata Roni ![]()
“Hari ini masyarakat yang datang kita ga melihat sukunya apa, golongannya apa, agamanya apa, semua bersatu. Ini perayaan Cap Gomeh bekasi, bukan perayaan khusus Chinese bekasi. Tapi ini perayaan Cap Go Meh kita bersama. Kita meriahkan, kita senang-senang,” ucapnya.
Peserta pawai berasal dari unsur budaya 12 shio, kemudian ada kearifan lokal seperti Reog Ponorogo, Ondel ondel, Barongsai, atraksi Drum Band dari Yonif 202/ Tajimalela serta banyak lagi.
Pawai dimulai dari kelenteng Hok Lay Kiong Jl. Kenari, Jl. Kartini, Jl. Juanda, Jl H. Agus Salim, Jl. Baru, kemudian kembali lagi ke kelenteng.
“Maksimal 5 km, dari klenteng ke jalan mayor oking terus, kemudian ke jalan juanda kemudian finish jam set 6 balik ke klenteng lagi,” ujarnya (red/mam).