KOTA BEKASI, KLIK INEWS.com – Usus buntu (appendix) adalah bagian usus yang terletak di bagian awal dari usus besar (caecum). Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada usus buntu tersebut. Usus buntu tidak memiliki fungsi tapi jika tersumbat bisa membahayakan dan berakibat fatal kalau tidak segera ditangani.
Dokter Spesialis Bedah Umum Bekasi Timur dr.Edih Suyanto,Sp.B mengatakan, bahwa secara prinsip terjadinya peradangan atau appendicitis bisa terjadi akibat suatu sumbatan dari lumen usus buntu yang menyebabkan gangguan sirkulasi mukus, sehingga timbul peningkatan tekanan di dalam lumen usus buntu tersebut. Sumbatan yang tersering adalah dari mengerasnya feses atau fecalith (fecal=kotoran; lithos=batu, kotoran yang membatu)
“Kita sebaiknya mewasapadai apa saja gejala penyakit usus buntu ini. Gejala penyakit ini sangat tergantung dari derajat perjalanan sakitnya, pada fase awal dimana terjadi peradangan lokal maka biasanya pasien bisa merasakan keluhan nyeri seperti sakit maag,” ujar dr.Edih Suyanto,Sp.B saat di wawancara klikinews.com, Jumat (08/09/23).
Namun, dalam perjalanan selanjutnya,kata dr.Edih, tekanan intra lumen usus buntu akan mengakibatkan gangguan sirkulasi pada usus buntu dan meradang. “Inilah yang sering dikatakan sebagai gejala klasik usus buntu dimana pasien akan merasakan nyeri yang terus menerus dan menetap di perut bagian kanan bawah (Acute Appendicitis).” Terang dr.Edih.

Selanjutnya, disaat tekanan semakin tinggi maka akan menimbulkan kerusakan sel sehingga timbul risiko terjadinya kerusakan atau kebocoran pada dinding usus buntu (Appendicitis Perforasi). Pada fase ini isi lumen usus buntu (feses, pus dan bakteri) keluar kedalam rongga perut, sehingga menimbulkan infeksi menyeluruh pada rongga perut (Peritonitis).
“Oleh karena ini pada fase ini risiko komplikasi serta kegawatan perjalanan penyakit usus buntu semakin tinggi,”jelasnya
Menurut Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Hospital Bekasi Timur ini, sebaiknya pasien dibawa ke dokter saat keluhan sudah dirasakan adanya nyeri yang berpindah dari nyeri di ulu hati dan berpindah ke perut kanan bawah. Biasanya setelah 12-24 jam pertama sejak gejala awal.
Radang usus buntu atau appendicitis sebaiknya dilakukan tindakan operasi karena apabila tidak maka akan meningkatkan risiko perlekatan dan risiko kebocoran usus buntu yang menimbulkan komplikasi lebih berat. Walaupun ada kemungkinan gejala mereda setelah diberikan pengobatan, namun keputusan diambil oleh dokter bedah yang berpengalaman.
“Pengobatan secara medika mentosa bisa dianjurkan apabila belum ditemukan tanda abdomen acute, bisa diberikan antibiotik yang sesuai. Bila keluhan menetap dalam 24-36 jam pertama sejak timbul gejala awal maka tindakan operatif (operasi) perlu dipertimbangkan,” jelasnya.
Dari kasus tersebut, dr. Edih SUyanto,Sp. B memberikan tips agar terhindar dari penyakit usus buntu adalah dengan melakukan diet tinggi serat dan banyak minum air putih. Sehingga BAB (Buang Air Besar) lancar dan tidak keras (red/sam).