Pasangan Suami Istri  Di Kota Bekasi Dijerat Pasal 88, Dugaan Kuat Lakukan  Perdagangan Orang Di Bawah Umur

KOTA  BEKASI,KLIK Inews.com –  Pasangan  suami  istri  dinamakan  Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota karena diduga  kuat  melakukan  perdagangan orang. Korban berinisial  YAP (17)  dijanjikan menjadi Pemandu Lagu oleh tersangka berinisial KW (perempuan) dan VS (pria) di Jl. Bina Asih 3B, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada bulan Juli 2023.

Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari saat pers rilis pada Rabu (27/09/23). Awal kejadian adalan orang tua daripada si korban yaitu pelapor atas nama T dan korban atas nama YAP.  “Korban dijanjikan bekerja  oleh tersangka namun malah dijadikan open BO, Kedua tersangka tersebut adalah suami istri,” kata Erna Ruswing Andari.

Peran dari masing-masing tersangka sendiri ialah VS bertugas mempromosikan korban melalui aplikasi media sosial michat. Sedangkan untuk untuk peran KW (perempuan) bertugas mengumpulkan uang hasil open BO korban. “Jadi setelah korban menerima tamu, uang dari tamu tersebut diserahkan lagi kepada istri dari pelaku ini,” jelasnya.

Dari pengakuan korban, per tamu menerima tarif 250 ribu atau paling besar 700 ribu rupiah per tamu. “Dalam satu hari korban ini bisa menerima tamu 3 sampai paling banyak 7 orang perhari,” ungkapnya.

Korban diketahui tinggal bersama kedua tersangka di sebuah rumah kontrakan. Dalam kesehariannya korban terus diawasi oleh kedua tersangka dan tidak bebas dalam bepergian.

Sedangkan untuk kebutuhan selalu dikeluarkan oleh tersangka KW karena ia yang menampung uang korban. Setiap hari Korban dan kedua tersangka merupakan teman atau lebih dulu mengenal korban.

“Korban tidak berdaya karena selama bulan Juli sampai dengan Agustus 2023, korban terus mengalami ancaman secara psikis. Dari keterangan korban setiap korban ingin pulang kerumah selalu diikuti oleh mereka dan di bawah ancaman untuk kembali ke dalam kontrakan,” jelas Erna menirukan ucapan Korban.

Polisi juga menyita berbagai barang bukti diantaranya akta kelahiran korban, pakaian korban, 2 buah buku catatan, 4 bungkus kondom yang sudah terpakai, 2 unit handphone dan uang senilai Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)

Para pelaku dijerat pasal 88 junto 76i UU RI nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka berdua terancam hukuman penjara selama 10 tahun dan atau denda paling banyak 200.000.000 (red/mam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *