Hadapi Bonus Demografi 2030,Wapres Minta Kemenkes Bentuk Aksi Nyata Gerakan Bersama Entaskan Stunting Di Indonesia

KLIKINEWS.COM,JAKARTA –  Secara khusus, Wakil Presiden RI Maruf Amin meminta kepada Kementrian Kesehatan program yang dilaksanakan, sejalan dengan program yang dilaksanakan pemerintah. Koordinasi  harus dilakukan secara intensif dengan kementerian, lembaga teknis, dan pemerintah daerah diperlukan untuk menghindari  tumpang tindih antar program.

”Kedua, program harus dilaksanakan di lokasi prioritas yang tinggi prevalensi stunting atau jumlah anak stunting agar dapat membantu menurunkan prevalensi secara signifikan dan tepat sasaran,” ujar Wapres Amin.

Permintaan ketiga, program berbentuk aksi nyata yang menyasar kelompok prioritas sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh kelompok tersebut.  Dan keempat, tempatkan penerima manfaat dan pelaku di tingkat masyarakat sebagai pelaku utama pelaksanaan program. “Libatkan mereka dalam setiap tahapan pelaksanaan sehingga muncul rasa memiliki dan kebanggaan dari masyarakat,” kata Wapres.

Kelima, Wapres Amin menambahkan, strategi keberlanjutan mesti disusun sejak awal pelaksanaan program sehingga masyarakat bersama pemdamelanjutkan inisiatif yang baik tersebut.

Menteri Kesehatan Budi G.Sadikin menanggapi Wapres Maruf Amin, dan mengapresiasi upaya gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres) di Indonesia. Gerakan bersama dari segenap komponen bangsa dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi G.Sadikin menanggapi Wapres Maruf Amin, dan mengapresiasi upaya gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres) di Indonesia. Gerakan bersama dari segenap komponen bangsa dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan kesehatan.

Hal ini mencakup  juga upaya mencegah stunting dalam kerangka menyongsong bonus demografi yang diperkirakan mulai pada tahun 2030. Masalah kesehatan sebesar stunting ini di seluruh Indonesia enggak mungkin bisa diselesaikan dengan pendekatan program pemerintah. Ini harus membangun gerakan yang dimiliki oleh seluruh komponen bangsa

“Saya berharap kolaborasi yang dibangun bisa menjadi gerakan yang organik dari tingkat pusat hingga ke akar rumput, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh Masyarakat,” ungkap Menkes Budi G. Sadikin.

Menurut Menkes, keterlibatan aktif berbagai lembaga non pemerintah, seperti dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi profesi, lembaga filantropi, mitra pembangunan, lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya diharapkan bisa menjadi faktor pendorong entasnya stunting di Indonesia.

Kementerian   Kesehatan   mendorong   cakupan   dan kualitas  11  Intervensi  spesifik yang  berfokus  pada  masa sebelum  lahir  (remaja  puteri  dan  ibu  hamil)  dan  masa setelah  lahir  (bayi  dan  balita).

“Selain itu juga dilakukan upaya deteksi dan intervensi dini pada balita BB tidak  naik,  BB  kurang  dan  Gizi  Kurang.  Intervensi  yang diberikan adalah PMT Lokal kaya protein hewani, edukasi praktik makan bergizi, dan pemantauan pertumbuhan rutin,” tutur Budi  (red/sam).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *