Dukung IKN Jadi Kota Medern Hijau Dan Menuju Transisi Energi, Pertamina NRE Dan OIKN Kolaborasi Dengan Studi NEBS Di Dubai

DUBAI (Klikinews.com) – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah melakukan kolaborasi membuat perjanjian studi bersama  joint study agreement (JSA) terkait solusi berbasis alam dan ekosistem  Nature and Ecosystem Based Solutions (NEBS) dalam rangkaian acara COP 28 di Dubai, Jumat 01/12/2023).

Penandatanganan dilakukan oleh CEO Pertamina NRE Dannif Danusaputro dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri.  Kolaborasi ini akan mendukung pembangunan IKN yang berkonsep kota modern, hijau, dan berkelanjutan.

( Poto : ilustrasi / dok.Sekretariat Otorita IKN )

 

“Kolaborasi antara Pertamina NRE dan OIKN ini sangat positif, terutama terkait dampak yang akan dihasilkan terhadap iklim, masyarakat lokal, serta keanekaragaman hayati di IKN. Saya yakin Pertamina NRE dengan kompetensi yang dimiliki dapat berperan strategis dan mendukung IKN menjadi kota modern dan hijau yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Dannif melalui rilisnya di Dubai kepada Humas Pertamina yang dikonfirmasi klikinews di Jakarta.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, mengungkapkan sangat apresiasi, dalam perjanjian ini  OIKN pun sangat menyambut hangat kolaborasi dengan Pertamina NRE dalam upaya penurunan emisi di sektor Forestry and Other Land Use (FOLU), terutama melalui Nusantara Forest Carbon Project untuk mewujudkan Nusantara sebagai Net Zero City.” Konsep ini pada dasarnya mempertahankan hutan yang masih ada, dan mereforestasi hutan yg sudah rusak yang lokasinya berada di wilayah IKN,” kata Myrna Asnawati Safitri,

Pertamina NRE, kolaborasi ini selaras dengan semangatnya untuk mengawal transisi energi dan mendukung pencapaian target nationally determined contribution (NDC) Indonesia (poto /dok. Pertamina )

Kolaborasi Pertamina NRE dan OIKN ini mencakup tiga aspek kunci, yaitu iklim, komunitas, dan keanekaragaman hayati. Pada aspek iklim berkaitan dengan proyek karbon yang antara lain meliputi pertanian dan agroforestri, mitigasi dan pengendalian kebakaran hutan, hutan karbon biru, restorasi serta konservasi hutan.

“Pada aspek komunitas meliputi pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan, serta mendorong pengembangan sosial ekonomi di desa sekitar. Upaya ini selaras dengan komitmen Pertamina NRE dan OIKN dalam mendukung inklusivitas serta pembangunan berkelanjutan. Sedangkan pada aspek keanekaragaman hayati mencakup upaya konservasi dan peningkatan keanekaragaman hayati,” Myrna.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, apresiasi dalam perjanjian ini OIKN menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina NRE dalam upaya penurunan emisi di sektor Forestry and Other Land Use (FOLU), melalui Nusantara Forest Carbon Project untuk mewujudkan Nusantara sebagai Net Zero City.” mempertahankan hutan Kalimantan Indoensia lokasinya di wilayah IKN yang masih hijau dan asri ( poto: Ilistrasi / dok. Sekretariat OIKN )

Berdasarkan hasil kajian preliminary yang dilakukan, inisiatif NEBS ini berpotensi menghasilkan kredit karbon sekitar 29 juta ton CO2e selama 30 tahun dari sekitar 148 ribu hektar luas area. Sebelumnya, Pertamina NRE juga telah berkolaborasi dengan Perum Perhutani dalam mengembangkan proyek NEBS, di mana satu konsesi yang berlokasi di Kalimantan Utara telah dilakukan finalisasi studi kelayakan.

“Implementasi NEBS memegang peranan strategis dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Di samping itu, NEBS, khususnya pendekatan reforestasi dan konservasi hutan, akan melindungi keanekaragaman hayati, menyediakan lapangan pekerjaan, serta memperkuat ketahanan pangan bagi masyarakat lokal,” tuturnya (red).

 

 

Editor : Aisyahra Mulyawati

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *