Komitmen Tingkatkan EBT Di Indonesia : PLN-Kemenko Marves Luncurkan STAB Dan PERTIWI Di COP 28 Dubai

JAKARTA (Klikinews.com)- Electrizen,PLN melalui subholding PLN Energi Primer(PLN-EPI) bersama  Kemenkomarves meluncurkan program  Socio Tropical Agriculture-waste Biomass(STAB) dan Primary Energy Renewable & Territorial Integrated Wisdom of Indonesia (PERTIWI)yang merupakan program pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan untuk rantai pasok biomassa pada COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pemanfaatan biomassa ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam meningkatkan bauran EBT di tanah air. Co-firing Biomassa memiliki keunggulan Levelized Cost of Electricity (LCOE) terendah dibanding akselerasi ke EBT lainnya.

“Tidak hanya itu, masyarakat lokal juga akan memainkan peran penting dalam menyediakan bahan baku biomassa. Artinya, Co-Firing biomassa tak hanya akan mendorong akselerasi transisi energi, namun juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lewat pembukaan lapangan kerja yang massif,” kata Darmawan Prasodjo di Dubai, Senin (04/12/23).

Sebagai negara tropis dengan masyarakat agraris, kata Darmawan,PLN melihat banyak sekali limbah pertanian yang selama ini hanya ditimbun atau dibakar agar lahan bersih kembali. Melihat potensi besar ini,

“Maka dari itu, PLN terus berinovasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tadinya tidak bermanfaat, dan mengganggu bisa diutilisasi menjadi energi bersih bahkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi para petani di Indonesia,” jelasnya,

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah dalam mengejar target Co-Firing pada tahun 2025, diproyeksi kebutuhan Biomassa dari PLN meningkat tajam sebesar 10,2 juta ton atau sebesar 300% guna menyediakan energi bersih sebesar 12,7 Terawatt hour (red).

 

Editor  : Aisyahra Mulyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *