LLDikti Berharap,Leadership Talks Diharapkan Perguruan Tinggi Dapat Mengatasi Tantangan  Komplek Dunia Pendidikan

KOTA BEKASI, JABAR (klikinews.com) –  Kepala  LLDIKTI  Wilayah III  Toni Toharudin, menekankan bahwa Leadership Talks yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III dan  LSPR Institute harapannya dapat memungkinkan pemimpin perguruan tinggi untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini.

Dalam era yang terus berkembang, perguruan tinggi perlu mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan dan pemahaman yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Dialog kepemimpinan seperti ini memberikan ruang bagi para pemimpin untuk berbagi strategi, inovasi, dan praktik terbaik dalam memajukan pendidikan tinggi.

“Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat interdependensi antar perguruan tinggi, membangun jaringan kerjasama yang kuat, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Toni Toharudin di Kota Bekasi,

Ditempat yang sama, Head of LSPR Leadership Centre dan moderator forum Taufan Teguih Akbari  menyampaikan, LSPR Institute of Communication & Business memiliki peluang yang signifikan untuk menguatkan narasi tentang pendidikan inklusif, yang sangat relevan dalam konteks kepemimpinan perguruan tinggi saat ini.

“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, LSPR berada dalam posisi strategis untuk berbagi “best practice” dalam praktek serta promosi keberagaman dan inklusivitas. Kepemimpinan dalam hal ini tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai sosial dan etika tetapi juga memperkuat reputasi LSPR sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang dinamis.”jelasnya.

Yanuar Nugroho,P.HD sebagai salah satu pembicara selaku Koordinator Tim Ahli Seknas SDGs Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan “Pencapian SDGs secara global menghadapi sejumlah tantangan. Dunia baru mencapai 15% dari target SDGs. Di Asia Pasifik, SDGs juga baru tercapai 14.4%. Kita berbesar hati karena pencapaian SDGs di Indonesia membanggakan: dari 224 indikator yang dievaluasi, 62% atau 138 indikator telah tercapai. Tapi kita tidak boleh lengah dengan capaian ini. Tugas besar membangun secara berkelanjutan masih jauh dari selesai. Kemitraan multipihak menjadi faktor penting dalam pencapaian SDGs di Indonesia.

“Empat faktor kunci kemitraan dengan Pemerintah dalam pencapaian SDGs adalah akademisi, dunia usaha dan filantropi, masyarakat sipil, dan media. Dalam pencapaian SDGs, perguruan tinggi punya peran strategis sebagai pusat pemikiran-kemajuan Center of Excellence yang mendukung seluruh aktor pembangunan. Di kampus, SDGs bisa diinternalisasi dan diintegrasikan dalam tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat” ujarnya,

Cazadira Fediva Tamzil selaku Director Pijar Foundation sebagai salah satu pembicara, menyampaikan Perguruan tinggi adalah kunci pemecahan masalah dunia yang sangat strategis. Melalui kolaborasi dengan industri, perguruan tinggi dapat meningkatkan nilai tambah dari pengetahuan dan risetnya, bertransformasi menjadi produk dan layanan inovatif dengan dampak luas pada Masyarakat.

Dengan dengan adanya kolaborasi dalam Leadership Talks, diharapkan tercipta sinergi antara dunia pendidikan dan industri komunikasi yang akan menghasilkan pemimpin yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan tuntutan zaman. “Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman antar pemimpin perguruan tinggi, diharapkan tercipta inovasi-inovasi baru dalam pendidikan tinggi yang dapat meningkatkan mutu dan daya saing,” tuturnya (red).

 

 

 

Oleh @aisyahra_mulyawati01

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *