Pentingnya Para Profesional Kesehatan Kolaborasi Bertukar ilmu Berikan Informasi, Upaya Tingkatkan Layanan Kesehatan Di RS Siloam Group

BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Pada kegiatan Symposium kesehatan, Siloam Hospital Group juga berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia. Beberapa pembahasan terkait spesialisasi anak akan disampaikan oleh Dr.Dwi Fiona, M.Sc.Sp.A, – Spesialis Anak Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, yang akan memberikan informasi mengenai “Learning Disorders: How to Early Detection and Intervention.”

“Kesulitan belajar pada anak merupakan fenomena kompleks yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetik, lingkungan, dan individual. Mengidentifikasi dan memahami kesulitan belajar adalah langkah penting dalam menyediakan dukungan yang dibutuhkan untuk membantu anak mencapai potensi penuh mereka,

“Sangatlah penting bagi tenaga kesehatan dan profesional terkait untuk mengidentifikasi kesulitan belajar dan membedakan berbagai jenis kesulitan belajar sehingga tidak ada lagi disleksia yang tertukar dengan disabilitas intelektual,” jelas Dr.Dwi  Fiona kepada klikinews, Minggu (09/06/24) di Nuanza Hotel Cikarang Bekasi,

Ditempat yang sama, Uropediatric Siloam Hospitals Asri, Dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K), mengungkapkan bahwa, kelainan genital pada anak laki-laki merupakan hal yang umum dijumpai dan ragam kelainan juga sangat bervariasi. “Untuk itu, pentingnya deteksi dini, kepedulian, dan tata laksana yang tepat akan dapat mengatasi kelainan genital pada pediatrik, serta orang tua dapat berperan penting dalam membantu identifikasi kelainan,” kata Dr. Irfan Wahyudi

Spesialis Jantung Anak Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Dr. Tri Yanti Rahayuningsih, Sp.A(K) menerangkan mengenai, Non-invasive Definitive Treatment for Pediatric Patients with Simple Congenital Heart Disease, mengatakan bahwa penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang sudah ada sejak lahir.

“Kelainan jantung bawaan ini adalah yang paling sering terjadi di seluruh dunia. Dr. Tri Yanti juga menjelaskan tiga tata laksana utama untuk penyakit jantung bawaan pada anak, yaitu medikamentosa, kateterisasi jantung, dan operasi bedah koreksi,” jelasnya

Spesialis Gizi Klinik Siloam Hospitals Bekasi Timur, Dr. Pauline Octaviani, Sp. GK, berbagi informasi mengenai cara mencegah stunting dengan MPASI tinggi protein hewani.  “Stunting merupakan kekurangan gizi kronis akibat berbagai kondisi lingkungan lintas sektoral yang merugikan, termasuk asupan makanan. Stunting sering kali dimulai di dalam rahim dan berlanjut hingga dua tahun pertama kehidupan setelah lahir.”tuturnya

Dr. Pauline melanjutkan, bahwa bayi dan anak kecil perlu mengonsumsi makanan yang bervariasi untuk memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang sehat. Penting untuk menggunakan protein hewani seperti telur, hati ayam, dan ikan (lele, nila, gurame, dan lainnya). “Selain itu, edukasi pencegahan stunting harus dimulai dari gizi pada remaja putri, ibu hamil, dan juga ibu menyusui,” tutur Dr.Pauline (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *