Masyarakat Harus Tetap Waspada Dengan Virus Cacar Monyet Dan Kenali Gejalanya

TANGERANG,Klikinews.com – Virus Cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus zoonosis dan dapat ditularkan pada manusia melalui hewan. Lokasinya terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat. Awalnya ditemukan cacar ini ditemukan antara manusia yang terkena kontak hewan seperti tikus atau hewan pengerat lainnya walaupun belum terbukti. Saat ini juga ditemukan penularan dari manusia ke manusia.

“Kita tetap harus waspada dan menghindari kontak langsung dengan terduga yang mengidap penderita virus tersebut. Adapun cara menularkannya melalui udara pernapasan, percikan ludah, luka kulit, atau objek yang terkontaminasi cairan tubuh penderita penyakit cacar monyet,” ungkap Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi Eka Hospital BSD, dr. Ifael Y. Mauleti, Sp.PD-KPTI, FINASIM saat dikonfirmasi klikinews, Mingg9(15/9/24).

Adapun gejala umum penderita virus cacar monyet kata dr.Ifael, yang dialami oleh penderita penyakit ini adalah demam, nyeri, pembengkakan pada nodus limfa juga ruam pada kulit. “Penyakit yang tergolong langka ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia bahkan kematian. Sebelum menimbulkan gejala, cacar monyet biasanya mengalami masa inkubasi selama 6 sampai 16 hari,” jelasnya,

Biasanya periode ini terbagi menjadi  dua, yaitu periode invasi, dimana dalam kurun 5 hari sejak gejala dimulai pasien akan mengalami demam, sakit kepala intens, pembengkakan nodus limfa, nyeri punggung, nyeri otot hingga kekurangan energi.

Periode selanjutnya yaitu periode erupsi kulit yang terjadi 1 sampai 3 hari setelah demam dimulai. Pada periode erupsi kulit, ruam mulai pertama kali muncul di area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, seperti telapak tangan dan kaki.

“Ruam bermula dari luka datar di area lapisan kulit dalam misalnya lapisan lubang hidung, telinga, bibir, hingga daerah kemaluan dan daerah anus. Selain itu luka juga bisa didapati di daerah kelopak mata dan kornea atau bola mata,” ujar dr.Ifael,

Selain itu, lanjut dr.Ifael, Luka akan berubah menjadi lepuhan kecil yang berisi cairan, lalu menjadi bintik dan akhirnya berkerak dalam waktu 10 hari. Luka yang meninggalkan bekas pada kulit ini memang cenderung lama untuk dapat menghilang. “Diperlukan waktu kurang lebih selama 3 minggu untuk menghilangkan keropeng bekas luka meski pasien telah menjalani perawatan,” bebernya,

Adapun tips langkah  untuk menghindari  terkena virus cacar monyet yaitu : Hindari berkontak secara langsung dengah hewan – hewan liar seperti tikus dan primata apabila terpapar langsung bisa langsung dibersihkan menggunakan sabun atau cairan antiseptic.  Membersihkan benda apa pun yang terpapar langsung oleh hewan liar seperti tempat tidur atau benda apa pun yang sudah disinggahi hewan tersebut. Hindari mengonsumsi daging hewan liar dan apabila dimasak, pastikan dimasak dengan baik. Dan jauhi dari pasien yang sudah terinfeksi atau diduga terpapar oleh virus cacar monyet.

“Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangani cacar monyet. Menurut pakar, vaksin variola dapat secara efektif mengobati jenis penyakit ini.  Namun apabila gejala tersebut dialami, segera lah periksakan ke rumah sakit untuk dapat ditanggulangi agar tidak terkena dampak yang lebih buruk,” tutur dr. Ifael

Ditempat terpisah,Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr.Mohammad  Syahril, menyampaikan, bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus cacar monyet di Indonesia. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk tetap melakukan tindakan preventif terhadap penyakit tersebut.

“Cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat. Cacar monyet sendiri disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

Menanggapi kondisi demikian,pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk terus melakukan upaya pencegahan penyebaran cacar monyet di Indonesia.Dengan menerapkan beberapa hal diatas, diharapkan mampu meminimalisir kemungkinan tersebarnya kasus cacar monyet di tengah masyarakat Indonesia.

“Untuk masyarakat, tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menggunakan masker, menghindari populasi, dan mencuci tangan menggunakan sabun. Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala cacar monyet seperti demam, dan muncul ruam ke fasilitas kesehatan terdekat, agar dapat segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,”tuturnya (red).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *