JAKARTA,Klikinews.com – Setelah Booming dengan tagline #kaburajadulu keluar negeri. Kali ini dunia media sosial dihebohkan para generasi muda atau Gen Z merasa reancam dengan kehadiran teknologi AI. Hampir setengah lulusan Gen Z dan milenial di Indonesia merasa gelar kuliah mereka tak lagi berguna akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja saat ini.
Survei Indeed pada Maret 2025 mencatat 49% Gen Z dan 41% milenial merasa gelar mereka kehilangan nilai, dibanding hanya 20% dari generasi baby boomer. Kekecewaan ini dipicu oleh mahalnya biaya kuliah, utang pendidikan, dan kemampuan AI menggantikan pekerjaan dengan keterampilan dasar. Survei lain juga menunjukkan 51% Gen Z menyesal kuliah karena dianggap membuang waktu dan uang.
Hal tersebut mendapat tanggapan salah satu Gen Z bernama Raviolin Patricia, sebelumnya lagi trend #kaburajadulu sempet booming banget di TikTok dan media sosial lainnya.
“Kalau bicara tentang Gen Z yang memilih kabur ke luar negeri karena mereka pikir, kuliah itu buang-buang waktu, menurutku memang menggambarkan isu/ keresahan kita sebagai Gen Z yang kadang merasa dunia kerja sekarang banyak sekali perubahannya karena adanya teknologi AI yang cukup banyak mengambil peran-peran tertentu,” ungkap Raviolin Patricia sata di konfirmasi media klikinews.com, Minggu (15/06/2025).
Menurut mahasiswa LSPR Jakarta, Jurusan ilmu Komunikasi, semester 6 ini, disisi lain, meskipun banyak Gen Z atau curhat dan menyatakan Kalau #KuliahBung2Waktu, namun secara pribadi menilainya masih yakin kalau Pendidikan di bangku kuliah masih punya nilai yang penting untuk meraih cita-cita
“Karena dari apa yang kita dapat selama perkuliahan itu, bukan hanya gelar dan pengetahuan saja, tapi juga mengajarkan kita untuk berfikir kritis, memiliki empati, belajar bersosialisasi dan juga ikut andil dalam pembentukan karakter, dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh teknologi AI,” ujar Raviolin,
Lebih lanjut kata wnaita yang akrap disapa Violin ini, Jadi mungkin yang perlu disesuaikan bukan, Apakah kuliah masih penting atau nggak ? “ tapi lebih ke bagaimana sistem pendidikan saat ini bisa lebih adaptif sama kebutuhan zaman sekarang, dan ikut menggunakan AI sebagai bantuan dalam Pendidikan,” tutup Raviolin mengakhiri perbincangan (red).