Peringatan 100 Tragedi Maut ST Bekasi Timur, Keluarga Korban Meminta KAI Transparan Tangani Kasus Yang Belum Di Proses Hukum

KOTA BEKASI,JABAR,KlikInews.com  – Para ahli waris korban tragedi kecelakaan Stasiun Bekasi Timur pada April 2026, telah kembali berkumpul untuk mengenang 100 hari tragedi maut tersebut yang menimpa keluarganya. Para keluarga korban ini berkumpul dan menggelar doa bersama yang ditujukan kepada 16 korban tragedi maut tersebut yang seluruhnya adalah perempuan.

“Ini rangkaian acaranya ada pengajian, tahlil, doa bersama dan ditutup dengan tabur bunga di lokasi terakhir atau di TKP,” ujar perwakilan keluarga korban, Anggi Al-Hakim kepada media pada Jumat  (7 / 8/2026).

Anggi merupakan keluarga dari korban bernama Nur Alimatun Citra yang tewas dalam musibah tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL jurusan Cikarang di stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

“Dalam hal ini, saya juga meminta transparansi dalam penanganan kasus tersebut karena hingga saat ini belum ada pihak yang diproses dalam kecelakaan yang menelan korban jiwa 16 orang tewas serta puluhan lainnya luka,” jelas Anggi,

Ada hikmah dibalik musibah tersebut, yaitu terbentuknya paguyuban keluarga korban yang terus menjalin silaturahmi dan mengenal satu sama lain yang senasib. “Pada intinya kami dari paguyuban keluarga korban Bekasi Timur, kami mempunyai kesan kesedihan semuanya diperparah lagi karena sampai hari ini kami melihat belum ada keadilan yang ditegakkan atas kasus ini,” kata Anggi.

Proses investigasi akhir oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum diinformasikan kepada keluarga korban hingga saat ini. Hal ini juga yang membuat pihak keluarga para korban merasakan kecewa dengan proses tersebut.

“Kami masih menunggu informasi dari instansi-instansi terkait bagaimana proses ini, apa yang seharusnya dilakukan seharusnya diinformasikan secara transparansi kepada kami para keluarga,” ungkap dia.

Ia juga mengungkap bahwa bantuan atau santunan yang dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) hingga saat ini belum terealisasi. Dari 16 korban, hingga saat ini hanya 4 yang telah menerima santunan dari KDM.

Sedangkan 12 korban lainnya, hingga saat ini belum menerima santunan yang dijanjikan tersebut.  Namun, Anggi juga mengakui bahwa dirinya telah di hubungi oleh pihak Pemprov terkait dengan proses santunan yang akan segera disampaikan kepada keluarga para korban (red/ mam).

 

 

 

 

— Oleh Jurnalis : Slamet —

— Editor : Nuhraha —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *