KOTA BEKASI, KLIK INEWS – Arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, mengalami kepadatan pada Kamis (24/9/2026) pagi. Kepadatan terjadi seiring keberangkatan massa buruh dari Bekasi yang bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa.
Kepadatan lalu lintas terlihat dari arah Pekayon Jaya menuju kawasan Pemerintah Kota Bekasi. Buruh Bekasi bergerak menuju Jakarta bersama massa pekerja dari sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Tangerang.
Dalam aksi tersebut, massa buruh membawa petisi gabungan terkait perlindungan tenaga kerja. Ketua DPC SPSI Kota Bekasi, Yusuf, mengatakan massa dari sejumlah wilayah akan bergerak menuju kawasan Thamrin untuk menyampaikan petisi kepada pemerintah.
“Hari ini kita total dari setiap wilayah, Bekasi, kemudian Tangerang, Jawa Barat, ini kurang lebih ada 50 ribu massa aksi yang bersama-sama menuju ke Thamrin untuk menyerahkan petisi di Istana,” kata Yusuf kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Baca juga: Raket Padel Puluhan Juta Digondol, Pasutri Jadi Tersangka
Menurut Yusuf, aksi buruh Bekasi dan wilayah lainnya tersebut berkaitan dengan aspirasi terhadap pembentukan aturan baru mengenai perlindungan tenaga kerja. Ia mengatakan massa buruh akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar apabila petisi yang disampaikan tidak mendapatkan respons dari pemerintah.
“Ya tentunya ketika petisi ini kita tidak didengarkan oleh pemerintah, oleh Presiden Republik Indonesia, maka kita akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di awal Oktober, karena memang batas akhir untuk disahkannya undang-undang yang baru ini kemungkinan di tanggal 7, karena tanggal 8 itu DPR RI sudah reses,” ujarnya.
Sementara itu, keberangkatan massa buruh dari Bekasi mendapat pengawalan aparat gabungan. Pengamanan dilakukan mulai dari titik konsentrasi massa hingga perjalanan menuju Jakarta.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, massa yang berkumpul di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Kota Bekasi.
“Jajaran TNI, Kodim 0507/Bekasi, kemudian kepolisian dari Polres, Polsek, dibantu teman-teman MOP, lalu ada Satpol PP, ada Dishub, semuanya kita memberikan pelayanan dan keamanan terhadap teman-teman buruh yang akan memperjuangkan aspirasi di Jakarta,” kata Putu Kholis, Kamis (24/9/2026).
Baca juga: Operasi Nila Jaya 2026, Polres Bekasi Kota Sita Puluhan Ribu Butir OKT
Menurutnya, rombongan pertama yang bergerak dari Kota Bekasi terdiri atas sekitar 500 kendaraan roda dua maupun kendaraan lainnya. Massa kemudian melaju menuju Jakarta melalui wilayah Jakarta Timur dengan pengawalan petugas.
Putu Kholis mengatakan, secara umum perjalanan buruh Bekasi berlangsung tertib. Para pengendara disebut menggunakan helm dan mengenakan atribut serikat pekerja.
“Kita lihat tadi kendaraan motor yang mereka gunakan, para penggunanya tertib. Semuanya menggunakan helm, semuanya menggunakan atribut serikat pekerja, sehingga pengawalan dan ketertiban lalu lintasnya bisa terjamin,” ujarnya.
Untuk mendukung pengamanan massa buruh, Polda Metro Jaya turut memberikan bantuan dengan mengerahkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob. Selain itu, lebih dari 100 personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi juga dilibatkan.
Putu Kholis menambahkan, pengamanan dilakukan mulai dari kawasan Stadion Patriot Candrabhaga, sepanjang perjalanan menuju Jakarta, hingga massa kembali ke Kota Bekasi. Pengawalan tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi antara aparat dengan perwakilan buruh sejak sehari sebelumnya.
Aksi buruh Bekasi tersebut menjadi bagian dari aksi massa di Jakarta yang pada hari yang sama diperkirakan melibatkan sekitar 50 ribu buruh dari sejumlah wilayah. Massa menyampaikan aspirasi terkait pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. (mam)
Oleh jurnalis: Slamet B.
Editor: Sakha Linggana A.