KOTA BEKASI, KLIK Inews. com – Dalam rangka peduli terhadap masyarakat yang kurang beruntung, Primaya Hospital Bekasi Barat di bulan Juni ini akan menggelar CSR operasi Katarak mata bekerjasama dengan Yayasan Metropolitan Peduli dan Persatuan Dokter Mata (Perdami) Indonesia cabang Kota Bekasi.
Disampaikan Direktur Hospital Primaya Bekasi Barat dr.Prima Yunika,kegiatan CSR operasi katarak ini akan dilaksanakan tanggal 26 Juni 2022, dimana nanti secara bersamaan untuk launching ceremony pembukaan layanan Eye Center yang ada di Primya Hospital Bekasi Barat,
“kita berharap dengan kehadiran Eye Center menjadi solusi one stop servise untuk seluruh masyarakat Kota Bekasi yang membutuhka pelayanan dibagian mata. Jadi kita nanti ada pelayanan mata cukup lengkap ,selain alat, kami juga memiliki SDM dokter -dokter mata yang lengkap dan kompeten dibidangnya ,” ungkap dr.Prima Yunika saat berbicang dengan klikinews.com, Rabu (15/06/22).
Lebih lanjut kata dr.Prima, pada tanggal 10 Juni adalah bagian kegitan CSR ini, menjadi tahapan pertama, dimana pihak Rumah Sakit Primaya melakukan Screening dan memastikan mata pesien bisa memenuhi syaraat untuk betul – betul sudah siap belum untuk di operasi katarak, kita lakukan sebanyak dua tahap .
“untuk tahap pertama sudah dilakukan tanggal 10 screening mata. Dari 200 pasien yang hadir untuk melakukan screening mata, yang memenuhi syarat untuk operasi katarak mata ada 75 pasien. Bagi masyarakat yang lolos screening mata 75 pasien memenuhi syarat akan dilakukan pemeriksanaan tahap kedua tanggal 17 Juni 2022, akan fokus untuk memastikan kesehatan pasien siap untuk di operasi mata yang akan dilaksanakan di Primaha Hospital untuk memberikan kontribusi kami , berharap tanggal 26 Juni bisa menyelesaikan operasi,” jelasnya
Namun demikian, yang tidak memenuhi syarat ada beberapa hal ,ada faktor belum siap katarak untuk dilakukan operasi dan faktor kesehatan tidak mendukung, seperti pasien memiliki hypertensi, gula darah naik, darah tinggi, hal itu harus distabilkan dulu, karena nanti akan memperngaruhi hasil operasi katarak.
“untuk target CSR tidak membatasi, kita lebih kepada semua masyarakat yang mempunyai masalah mata yang mempunyai katarak belum bisa tindakan operasi, mungkin karena faktor tidak memiliki biaya dalam hal lain. ini menjadi sebuah kegiatan positif yang rencanaya kita akan dijadikan rutin tahunan. Harapannya dengan CSR ini, baksos ini adalah bagian upaya Primaya Hospital Berat untuk membantu dan mengurangi kondisi kebutaan pada masyarakat yang disebabkan katarak yang data dapat dari surpev kebutaan,” tutur dr.Prima saat menutup perbincangan (asm).