Penyebaran Berita Hoax Pada Media Sosial “Tik Tok” Menjadi Konsumsi Publik di Desa Mangunjaya Bekasi

BEKASI, KLIK INEWS.COM – Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Webinar ini, mahasiswa/mahasiswi Fakulitas Ilmu Komunikasi (Fikom) Ubhara Jaya Bekasi mengajak warga Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengenalkan untuk bijak dalam menyebarkan informasi bilamana pertanggung jawaban agar tidak salah dalam menyebarkannya. Pemaparan bagaimana menyaring sebuah berita tak lepas dari berbagai sumber yang valid terlepas banyaknya media yang tersaji untuk di gunakan.

Disampaikan Dosen skaligus pembimbing Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi, Rr Dinar Soelistyowati, S.Sos, M.M, M.I.Kom, Internet sekarang telah menjadi sebuah kebutuhan. Internet memiliki banyak manfaat di kehidupan sehari-hari, seperti social media yang dapat merubah pola komunikasi, budaya, bahkan perolehan informasi. Ada berbagai macam media sosial saat ini seperti contohnya, TikTok yang kini tengah populer dikalangan usia dini hingga dewasa.

“Tik Tok menjadi medium informasi acak yang banyak menyediakan tayang tanpa adanya validatasi yang jelas, tentunya kini menjadi fokus pembasan pada kegiatan Webinar tersebut,” ungkap Dinar Soelisttyowati saat dikonfirmasi klikinews.com, Rabu (29/06/22).

Menurut  Dinar, Komunikasi dan informasi adalah kesatuan antar pengantar dari komunikasi ke medium yang di buat, lalu digunakan oleh masyarakat luas, fakta dari sebuah informasi terbagi atas berita buruk dan baik. Komunikasi yang diberikan dan menjadi informasi untuk di cerna oleh orang lain sering disalah gunakan untuk kepentingan pribadi, maupun di dalangi oleh mereka yang ti salahak bertanggung jawab.

“dalam penggunaan media sosial TikTok, agar tidak mengarah kearah yang negatif, maka diperlukan literasi digital. Media ini memiliki dampak positif dalam hal membangun komunikasi karena tidak dibatasi dengan tempat dan waktu. Namun ada juga dampak negatifnya, yaitu penyebaran hoax yang marak pada masa ini. Hoax berpotensi untuk membingungkan masyarakat, bahkan bisa menanamkan fitnah dan kebencian,”jelas  Dinar  Soelisttyowati mantan Kepala Biro Humas Ubhara Jaya Bekasi.

Membahas berita yang sering disalah gunakan, kata Dinar, lalu disebarkan berikut adalah Disinfomasi atau pun berupa Hoax, berbicara berita palsu Hoax ada sebuah informasi yang salah/palsu, berita bohong, atau fakta yang diplintir atau direkayasa untuk tujuan lelucon hingga serius (politis). Secara bahasa hoax (synonyms: practical joke, joke, jest, prank, trick) adalah lelucon, cerita bohong, kenakalan, olokan, membohongi, menipu, mempermainkan, memperdaya, dan memperdayakan. “dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), hoax diterjemahkan menjadi hoaks yang diartikan dengan “berita bohong”,tuturnya (adm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *