BANDUNG, JABAR,Klikinews.com – Untuk mengimplementasikan arahan dari Wakil Mentri Ketenagakerjaan,Afriansyah Noor bahwa pentingnya memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Kemenaker maupun balai-balai pelatihannya, terutama dalam menciptakan Sumberdaya Manusia (SDM) bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, Provinsu Jawa Barat.
Dalam hal ini, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktifitas (BBPVP) Bandung, Sholahudin terus melakukan kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, khusnya melakukan kesepatakan kerjasama antara PT.Daikin Airconditioning Indonesia dengan BBPVP Bandung tentang Sharing Knowledge Product Knowledge di bidang Pendingin dan Tata Udara dan penempatan kerja . Penandatanganan disaksikan langsung oleh Dirjen Binalavotas Kemnaker, Agung Noor Rohmad di BBPVP Bandung pada tanggal 15 Agustus 2024.
“Pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta Perusahaan Swasta . Dan Kerjasama harus ditingkatkan, karena kolaborasi ini sangat penting. BBPVP Bandung yang dibangun bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda agar dapat memperoleh pendidikan, keterampilan, dan kompetensi yang baik turun ke industry kerja ,”kata Kepala BBPVP Bandung Sholahudin saat dikonfirmasi kembali klikinews, Jumat (23/08/24).
Lebih lanjut kata pria yang akrap disapa Didin ini, bahwa Kemenaker yang memiliki program 9 lompatan besar, di antaranya adalah link and match serta perluasan kesempatan kerja ke luar negeri. Melalui BBPVP Bandung mengajak pemerintah daerah dan perusahaan swasta untuk memanfaatkan program-program ini guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di daerahnya masing- masing,
“Dengan pelatihan-pelatihan yang BBPVP Bandung miliki untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas disampaikan, bahwa pelatihan -pelatihan yang kami miliki bisa di akses oleh masyarakat secara gratis. Kami melihat bahwa masyarakat ini banyak yang belum memahami dan mengetahui keberadaan BBPVP Bandung ini dapat akses dan dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja daan menciptakan SDM kompeten untuk masuk ke industry kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Sholahudin, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, bahwa bonus demografi adalah jembatan emas untuk mengantarkan bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang maju, negara yang maju, dan sangat berpengaruh pada kawasan regional maupun global.
“Adapun optimalisasi bonus demografi sebagaimana dimaksud adalah penduduk usia produktif harus memiliki keterampilan dan kompetensi untuk memenangkan persaingan, yang dimana jika dapat memanfaatkan bonus demografi maka kita optimis mampu mencapai Indonesia Emas tahun 2024,” tutur Sholahudin (red).