Dukungan Kemendikbud : Ristek Bersama STIKes Prima Indonesia Bekasi Kurangi Pencemaran Lingkungan

BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Pencemaran lingkungan merupakan perubahan negatif yang terjadi pada lingkungan. Salah satunya disebabkan oleh kegiatan manusia yang dapat memengaruhi keseimbangan lingkungankeselamatan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup makhluk hidup.

Hal tersebut menjadi tantangan untuk  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Prima Indonesia Bekasi, untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarkat. Dan turut mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas pendaan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat dengan Surat Keputusan Nomor 72/SP2H/PM.BATCH.2/LL4/2024 Dan Perjanjian/ Kontak Nomor Manual.164/E5/DT.05.00/2024 mendapatkan anggaran Pengabdian kepada Masyarakat:

Aplikasi Probiotik Weissella Confusa  Untuk Meningkatkan Kadar N, P, dan K Pupuk Organik Kotoran Sapi Di Wira Usaha Tani Bekasi. Dan Terimakasih kepada LPPM STIKes Prima Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan Nomor SK: 01/PKM /LPPM/VIII/2024.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Prof. Drh. Hj. Endang Purwati, MS., Ph.D., Dr. apt. Indah Zahara, M.Farm., Rifa’at Hanifa Muslimah,S.Tr.Keb.,M.H. dan dibantu oleh mahasiswa STIKes Prima Indonesia Safira Nailal Farhani serta Dini Fitri Hanifa yang sudah terlaksana  Jumat, 18 Oktober 2024.

“Jumlah sapi di “Wira Usaha” saat ini sebanyak 17 ekor sapi. Satu ekor sapi setiap harinya menghasilkan kotoran berkisar 8–10 kg per hari atau 2,6 – 3,6 ton per tahun. Hal ini akan berdampak buruk bagi ekosistem lingkungan, dengan demikian STIKes Prima Indonesia Bekasi merencanakan untuk melakukan pengolahan kotoran sapi organik probiotik,” ungkap ketua Stikes Prima Indonesia Bekasi, Dr. apt. Indah Zahara, M.Farm., saat di konfirmasi media klikinews.com,  Jumat (20/12/2024).

Lebih lanjut kata Indah Zahara, Aplikasi probiotik sangat penting dibidang kesehatan, farmasi dan pertanian karena dapat memanfaatkan bahan alami menjadi suatu produk yang terbarukan tanpa mengurangi nilai guna bahan awal, melainkan menambah nilai gunanya melalui teknologi bioteknologi yaitu mikrobiologi molekuler.

“Ketersediaan bahan baku kotoran sapi untuk dijadikan sebagai pupuk organic, tentunya memerlukan sentuhan penerapan teknologi tepat guna sehingga pupuk kandang yang dihasilkan memiliki nilai jual dan berbeda dengan pupuk kandang lainnyadan juga sebagai solusi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat penumpukan kotoran sapi,”jelas Indah.

Hasil kegiatan ini dapat digunakan untuk mewujudkan start up baru pada bidang pupuk organik probiotik. Untuk mencapai target luaran yang maksimal diperlukan transfer ilmu pengetahuan tepat guna tentang pupuk organik probiotik dari akademisi STIKes Prima Indonesia agar dapat meningkatkan pendapatan serta menjaga kebersihan lingkungan Masyarakat,” Dan akhirnya akan berdampak  kepada Wira Usaha Bekasi akan menjadi center edukasi pupuk organik probiotik di Bekasi khususnya dan Jawa Barat pada umumnya” tutur Indah Zahara (red/adv).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *