Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji,Bantu BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN-KIS Pada Masyarakat

KOTA BEKASI,JABAR, Klikinews.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji mensosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sosialisasi dilakukan bersama BPJS Kesehatan Kota Bekasi dengan melibatkan kurang lebih 200an peserta di Graha Multiguna Bintara,Bekasi Barat,  Kota Bekasi, Selasa (11/3/2025).

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan bersama BPJS Kesehatan Kota Bekasi merupakan upaya membantu mensosialisasikan program JKN-KIS kepada masyarakat. Sehingga makin banyak masyarakat yang mengetahui tentang program JKN-KIS.

“Kita sebagai wakil rakyat, dalam hal ini membantu BPJS mensosialisasikan program JKN-KIS kepada masyarakat. Dengan kita turun maka diharapkan masyarakat yang dijangkau bisa lebih banyak,” kata dia kepada wartawan,Selasa (11/3/2025).

Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji mensosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Dapil Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa 11 -12 Maret 2025 ( klikinews poto / Aisyahra Mulyawati ).

Nuroji menjelaskan, sosialisasi semacam ini penting dilakukan sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan JKN-KIS. Sebab jaminan kesehatan amat dibutuhkan bagi masyarakat. “Karena orang sakit itu tidak ada yang tahu kapan waktunya?.  Sehingga perlu bagi masyarakat mengetahui program JKN-KIS dan terdaftar sebagai peserta,” kata dia.

Ia juga menambahkan, bahwa JKN-KIS terbagi dalam beberapa kategori kepesertaan. Yakni Non Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI) atau mandiri serta Penerima Bantuan Iuran (PBI).”Kalau memang tidak mampu membayar iuran jangan gengsi bisa ikut program PBI. Untuk PBI ini ada dua yakin yang dibiayai APBN dan APBD,” kata dia.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa Presiden Prabowo berkomitmen penuh terhadap kesehatan masyarakat. “Komitmen itu dibuktikan dengan akan dibangunnya 56 rumah sakit baru di sejumlah tempat di Indonesia,”tuturnya

Ditempat yang sama,Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Bekasi, Herman Indratmo mengatakan, sosialisasi akan terus digencarkan. Sehingga masyarakat bisa lebih mudah memahami cara mendapatkan layanan JKN-KIS.

“Masyarakat banyak yang salah paham bahwa untuk mendaftar JKN-KIS itu sulit, padahal tidak. Makanya ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat bisa memahami,” ujarnya (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *