Dukung Visi Menuju Indonesia Emas 2045 : STIKes Prima Indonesia Bekasi Tingkatkan Kualitas Kesehatan Ibu dan Bayi

BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Untuk mendukung Visi menuju Indonesia Emas 2045, STIKes Prima Indonesia Bekasi turut serta dalam meningkatkan kualitas Kesehatan Ibu dan Bayi, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan Tema “Inovasi Teknik Pijat Oksitosin dan Marmet serta Pemberian Protein Probiotik untuk Pencegahan Terjadinya Stunting” di Desa Kedung Pengawas Kabupaten Bekasi,

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Umi Salamah, S.ST., M.Kes., Prof. Drh. Hj. Endang Purwati, MS., Ph.D,  Siti Muslima W. Udi, M.Tr.Keb., serta melibatkan mahasiswa Sarjana Kebidanan STIKes Prima Indonesia atas nama Salsabila Rahadatul Aisy dan Neny Sartika Wijaya pada Rabu (17/9/2025).

Dengan Mengusung Visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yang diwujudkan dalam misi Asta Cita salah satunya adalah Memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Klik Inews / Poto : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Umi Salamah, S.ST., M.Kes., Prof. Drh. Hj. Endang Purwati, MS., Ph.D, Siti Muslima W. Udi, M.Tr.Keb.

“Kegiatan ini sangat  membantu Masyarakat sekitar, terutama dalam aspek peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, kesehatan, peningkatan sumber daya manusia,  pemberdayaan masyarakat untuk menghindari stunting dengan cara memberikan penyuluhan, pelatihan pijat oksitosin dan marmet serta pemberian susu kedelai probiotik,” ungkap Ketua Pelaksana Kegiatan Abdimas, Umi Salamah, S.ST., M.Kes saat dikonfirmasi media klik inews.com

Menurut Umi Salamah, Desa Kedung Pengawas merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, pedagang dan pegawai.

“Masalah yang dihadapi adalah masih banyak anak usia 0-2 tahun tidak mendapatkan ASI Ekslusif, dengan alasan ASI sedikit dan tidak lancar serta kurangnya asupan protein pada anak di wilayah tersebut, sehingga pada pertumbuhan dan perkembangan anaknya didapatkan masalah Gizi Kurang dan Stunting,” ucapnya,

Oleh karena itu, STIKes Prima Indonesia Bekasi berkolaborasi memberikan solusi untuk menurunkan angka stunting di Desa Kedung Pengawas. “Solusi permasalahan ini adalah peningkatan pengetahuan tentang pentingnya ASI melalui pelatihan pijat oksitosin untuk merangsang hormon oksitosin dan teknik marmet sebagai metode pemerahan ASI yang efektif. Upaya ini membantu ibu memberikan ASI guna mencegah stunting. Selain itu, pemberian susu kedelai probiotik menjadi solusi efektif, ekonomis, dan aplikatif untuk meningkatkan asupan protein nabati serta mendukung tumbuh kembang anak dan pemberdayaan ekonomi lokal.”ujar Umi Salamah,

Pemberdayaan Masyarakat ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, tapi juga mencerminkan implementasi nyata dari Astacita, terutama dalam aspek peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, peningkatan sumber daya manusia,  pemberdayaan masyarakat untuk menghindari stunting, sebagai wirausaha untuk mendapatkan penghasilan dan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

“Pelatihan pijat oksitosin sejalan dengan arah kebijakan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, mendukung praktik berbasis bukti, memperluas pemanfaatan hasil riset ke Masyarakat,” tuturnya,

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pijat oksitosin dan pemberian protein probiotik berbasis susu kedelai telah berhasil dilaksanakan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi ibu menyusui, balita, dan masyarakat. Melalui pelatihan pijat oksitosin, ibu dan keluarga memperoleh keterampilan praktis dalam menstimulasi produksi ASI secara alami, aman, dan tanpa biaya tinggi.

Klik Inews / Poto : Antusias masyarakat mendapat layanan kesehatand ari STIKes Prima Indonesia Bekasi.

Keterlibatan suami dan keluarga dalam praktik pijat oksitosin terbukti meningkatkan rasa percaya diri ibu serta memperkuat dukungan emosional, sehingga berdampak positif pada kelancaran pemberian ASI eksklusif.

“Dampak yang ditimbulkan bukan hanya pada individu ibu dan anak, tetapi juga pada keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat luas melalui penguatan peran Posyandu serta pengenalan inovasi pangan fungsional. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” jelas Umi Salamah,

Di akhir kegiatan, Stikes Prima Indonesia Bekasi turut mengucapkan Terima kasih kepada Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains Dan Teknologi Republik Indonesia atas pendaan terhadap kegiatan  Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula dengan Surat Keputusan Nomor : 0419/C3/DT.05.00/2025mendapatkan anggaran Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “ Inovasi Teknik Pijat Oksitosin dan Marmet serta Pemberian Protein Probiotik untuk Pencegahan Terjadinya Stunting”.

Ucapan Terima kasih juga  kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Prima Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan Nomor SK: 01/PKM/LPPM/V/2025 (red).

 

 

 

 

 

 

Poto/ Klikinews.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *