KOTA BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Momen peringatan hari Kartini 2026, setiap tahunnya banyak perbuhan, khususnya kaum perempuan masa kini terus membawa semangat perubahan dalam berbagai bidang kehidupan di tanah air, khususnya bagi permepuan dalam bidang Pendidikan Perguruan Tinggi di Kota Bekasi. Mereka membuktikan dengan karya dibidang masing-masing , bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di level internasional.
Direktur Politeknik Bhakti Kartini Bekasi, Yusnita Yusfika, menyampaikan,dengan semangat R.A Kartini yang mendorong perempuan untuk maju dan berani mengambil peran dibidang Pendidikan perguruan tinggi. Menjadi agen perubahan, juga bukan sebatas mengenai akses tapi juga kesiapan. Karena itu pentingnya bagi perempuan untuk memiliki literasi digital yang baik, mampu menyaring informasi serta menggunakan teknologi secara bijak dan produktif,
“Peran kami sebagai Pendidik, di perguruan tinggi Kesehatan Poltek Bhakti Kartini Bekasi, tentunya dapat melibatkan masyarakat,khususnya kaum perempuan yang dapat berkarya melalui UMKM sesuai keahlian masing masing dan membantu mempromosikan karya karya mereka ditingkat Kota Bekasi,”Ujar Yusnita Yusfika saat dikonfirmasi media klikinews.com, Selasa (21/4/2026),
Menurutnya, peran strategis bagi perempuan di era Kartini saat ini sebagai penguat ketahanan keluarga, Peran perempuan sudah jelas menjadi strategis dalam menjaga keseimbangan, ketahanan, dan keberlangsungan kehidupan keluarga berfokus pada dimensi ekonomi dan social. “Saya sangat setuju, bahwa perempuan di dunia Pendidikan saat ini sebagai agen perubahan, tetapi tetap pada keterbatasan khodrat sebagai Perempuan,”ungkapnya,
Selain itu, sangat pentingnya adanya dukungan yang kuat dari pihak internal yaitu dari keluarga dan pihak eksternal yang terkait, “bukan saja hal materi tetapi dapat saling menjaga psikologis seorang perempuan sebagai pelindung dan pendidik generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya,
Lebih lanjut kata Yusnita, faktanya, saat ini masih adanya ketimpangan gender/bias budaya serta keadilan kerja di sektor industri dan rendahnya representasi di posisi strategis. Hal ini dicapai melalui peningkatan pendidikan, partisipasi aktif dalam sektor ekonomi/kewirausahaan, serta menjadi pendidik utama generasi muda yang kreatif dan berdaya saing di era modern. “Serta diberi kesempatan dalam Pemberdayaan di Sektor Publik dan Pengambilan Keputusan berperan aktif dalam pemerintahan dan manajemen tingkat desa atau organisasi,” paparnya (red).
Editor : Tim Redaksi