KOTA BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Anggota Komisi I DPR RI-Fraksi PKS ,Mahfudz Abdurahman menegaskan , bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak cukup berhenti pada aksi simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang terkoordinasi dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan kemanusiaan “Bekasi Bersama Palestina Jilid 6” di Plaza Patriot Candrabhaga, Minggu (3/5/2026), yang diikuti ratusan warga bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day di Jalan Ahmad Yani,Kota Bekasi, Jawa Barat

“bukan hanya soal konflik, tetapi krisis kemanusiaan. Karena itu, kepedulian masyarakat Kota Bekasi harus diarahkan agar benar-benar memberi dampak sebagai bentuk solideritas kepada negara Palestina,” Mahfudz Abdurahman saat dikonfirmasi media klikinews.com, di Lokasi,
Dikatakan Mahfudz yang merupakan Anggota DPR Ri dapil Kota Bekasi – Kota Depok ini, dia mengapresiasi tingginya partisipasi warga Kota Bekasi yang secara sukarela berdonasi. Ia sangat mengapresiasi tindakan para panitia yang telah menggelar kembali ‘Bekasi Bersama Palestina Jilid 6’
“Semakin banyak dukungan dari negara mengakui, semakin kuat posisi Palestina . Dalam aksi Bekasi Bersama Palestina jilid 6 tersebut, mencerminkan kepedulian umat islam di Kota Bekasi dan sekitarnya terhadap isu kemanusiaan global dukungan untuk Palestina,” ungkap Mahfudz Abdurahman di lokasi,

Lebih lanjut, Mahfudz Abdurahman juga menegaskan, dalam hal ini, Komisi 1 DPR RI tidak tinggal diam dan mendukung penuh terhadap penyelenggaraan BBP Jilid 6 untuk negara Palestina yang tertindas, “Umat Islam Bekasi harus menjadi mercusuar untuk saling menguatkan, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional, dengan ketegasan yang berlandaskan Aqidah dan memboikot brand asal Israel,” jelasnya,
Menutup pernyataannya, di atas panggung, Mahfudz menyerukan, Pemerintah Indonesia, DPR RI dan seluruh elemen bangsa bersatu dalam diplomasi aktif, baik di level bilateral, regional, maupun multilateral. “Untuk memastikan bahwa Palestina segera mendapatkan haknya sebagai negara merdeka, berdaulat, dan diakui dunia internasional,” tutup Mahfudz (*).
Oleh : Ai
Editor : Aisyahra Mulyawtai