DEMAK,JATENG,Klikinews.com – Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak,Provinsi Jawa Tengah menjadi tempat berlangsungnya sebuah acara penting yang bertujuan mendukung pengasuhan anak yang lebih baik dan optimal.
Sebanyak 25 ibu yang datang bersama anak-anak mereka berkumpul di Posyandu Dukuh Ganem untuk mengikuti program Psikoedukasi Pengasuhan Positif untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponogoro (UNDIP) Semarang, Jawa Tengah, yang diselenggrakan pada Rabu (6/11/2024)
Acara dimulai dengan pembagian Snack Box kepada para peserta, yang diikuti dengan pembagian leaflet yang berisi informasi tentang pengasuhan positif. Leaflet ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada para ibu tentang pentingnya pengasuhan yang mendukung perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak.
Sesi pemaparan materi menjadi bagian utama dari acara ini. Materi edukasi ini disampaikan oleh Amabila Novira Afirda Zahrani mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, yang memberikan pengetahuan mengenai cara mengasuh anak dengan pendekatan yang mendukung perkembangan yang sehat dan optimal.
“Peserta diberikan wawasan tentang pentingnya pengasuhan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak, tetapi juga pada aspek psikologis dan emosional mereka.,”kata Amabila Novira Afirda Zahrani saat di konfirmasi media klikinews.com, Jumat ( 15/11/2024).
Di antaranya, ibu-ibu diajak untuk mengenal cara-cara yang lebih positif dalam menghadapi tantangan pengasuhan sehari-hari, seperti membangun komunikasi yang baik, menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih, serta melibatkan ayah dalam pengasuhan.
“Program ini juga menyoroti tantangan yang sering dihadapi oleh ibu-ibu di Desa Tugu, di mana sebagian besar masih bergantung pada cara-cara pengasuhan tradisional, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan perkembangan anak masa kini.,” jelas Amabila
Di antara tantangan tersebut, kurangnya akses informasi tentang pengasuhan yang baik dan rendahnya peran ayah dalam pengasuhan menjadi isu yang cukup signifikan. Oleh karena itu, program ini bertujuan memberi dukungan agar ibu-ibu tidak merasa terbebani dengan segala tanggung jawab pengasuhan.
“Penting bagi kita untuk membangun pola asuh yang positif dan sehat dalam keluarga, karena anak-anak adalah masa depan kita. Dengan pengasuhan yang baik, anak- anak bisa tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan penuh kasih sayang,” ujar Amabila dalam kegiatan tersebut.
Selain memberikan pengetahuan, acara ini juga berfokus pada keterampilan praktis bagi para orangtua, agar mereka lebih siap dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam mengasuh anak. Setelah sesi materi, acara ditutup dengan dokumentasi bersama yang penuh keceriaan, sebagai simbol bahwa acara ini membawa dampak positif bagi ibu-ibu di Desa Tugu.
“Dengan adanya program psikoedukasi ini, diharapkan para ibu dan ayah di Desa Tugu semakin sadar akan pentingnya pola asuh yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat membangun komunitas yang saling mendukung, agar pengasuhan anak di Desa Tugu semakin berkualitas dan dapat membawa perubahan positif bagi masa depan anak-anak mereka,” tutur Amabila Novira Afirda Zahrani (red).