BANDUNG, KLIK Inews.com – Untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan SIAPkerja yang saat ini terus dicanangkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) secara resmi membuka Kick of Pelatihan PBK tahap satu, bertempat di Gor BBPLK Bandung, Rabu (26/01/22).
Pembukaan Kick of Pelatihan, dihadiri Kapolda Jawa Barat yang diwakili oleh AKBP Lilies Mulyani, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat yang diwakili Pak Hadi, Koordinator dan Sub Koordinator dilingkungan BBPLK Bandung, Ketua kelompok Jurusan Fungsional (KKJF), para Ketua Jurusan (Kajur), supporting kegiatan seluruh peserta pelatihan tahun 2022.
Dalam sambutan Plt. Kepala BBPLK Bandung , Haryono,SE menyampaikan, dalam rangka mengawal SDM kompeten menuju Indonesia maju, tumbuh serta Indonesia emas tahun 2045. Dalam kesempatan tersebut disampaikan kepada semua peserta pelatihan ucapan selamat, karena semua peserta yang hadir menjadi orang-orang terpilih,
“serta mendapatkan kesempatan yang pertama dalam mengikuti pelatihan ini dari sekitar 2450 orang yang sudah mendaftar di Sisnaker, 256 orang yang lolos untuk mengikuti pelatihan sebanyak 16 Paket. Jadi jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk bisa mengupgrade Keterampilan (Skill),serta proses pendewasaan dalam menyongsong era baru dalam kehidupan kalian nantinya yaitu, masuk bersaing dipasar kerja,” ungkap Haryono,
Lebih lanjut kata Haryono berpesan kepada seluruh peserta pelatihan untuk terus mengasah kemampuan serta bisa mengakses Skillhub, yakni sebuah pelayanan yang mengkhususkan pada peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia agar makin tinggi dan memenuhi kriteria kebutuhan tenaga kerja. baik dari sektor industri maupun sektor lainnya. Skillhub meliputi skilling, reskilling, dan upskilling.
Berdasarkan statistic data Sakernas per- Agustus 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa terdapat angka penggangguran di Jawa Barat sekitta 2,43 Juta, dengan komposisi terbanyak masih diduduki oleh tamatan SMK, tingkat pekerja masih didominasi oleh tamatan Pendidikan dasar,
“maka hal ini, menjadi fenomena dibidang ketenagakerjaan yang serius dan menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa untuk bisa berkontribusi dalam penanganannya. Karena masalah ketenagkerjaan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah pusat, akan tetapi sebagaimana amanat undang-undang 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menjadi kewajiban bersama bagi semua elemen bangsa ini,” jelasnya,
Dalam memasuki bonus demografi, dimana terdapat ratio antara jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan jumlah usia non produktif sekita 1:40 artinya 1 orang usia non-produktif diharapkan akan ditanggung 40 orang usia produktif, bahkan pada tahun 2030 kita digadang-gadang akan memasuki windows of opportunity, jendela peluang sebagai picknya bonus demografi. Tentu fenomena ini bisa menjadi peluang bahkan menjadi bencana apabila mulai sekarang kita tidak menyikapi dengan salah satunya menyiapkan SDM-SDM terampil yang adaptif baik dipasar kerja maupun dalam IPTEK.
“dalam kesempatan yang baik ini, kami sampaikan kebijakan dari Ibu Menteri melalui 9 lompatan Kementerian ketenagakerjaan dan semangat ASN berakhlak yaitu berorientasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan,” sebagai pedoman kita bersama tuturnya (asm).