KOTA BANJAR,Klik Inews.com – Dalam upaya mencipatakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Bersama UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar membuka program Pelatihan PBK Mobil Training Unit (MTU) Tahun anggaran 2022.
Dalam sambutan Plt.Kepala BBPVP Bandung Haryono,SE menyampaikan terima kasih kepada para tamu undangan karena sudah meluangkan waktu untuk menghadiri pembukaan pelatihan ini, semoga silaturahmi dan sinergi yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan dalam rangka mengawal SDM kompeten menuju Indonesia maju, tumbuh, serta Indonesia emas tahun 2045.
“pembangunan SDM yang berkualitas dan memliki keterampilan yang mampu bersaing dalam memasuki dunia industry dan dunia usaha mandiri, merupakan salah satu target utama pemerintah saat ini. Karena hal yang krusial ini sangat membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, dan akan menjadi salah satu ancaman jika kita tidak bisa menyikapinya,” kata Haryono,SE,Kamis (04/03/22).
Haryono mengucapkan selamat kepada semua peserta pelatihan yang diikutioleh 16 peserta, karena kalian menjadi orang-orang terpilih serta mendapatkan kesempatan yang pertama dalam mengikuti pelatihan ini dari sekian banyaknya orang yang sudah mendaftar di Sisnaker.
“Jadi jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk bisa meng-upgrade skill, serta proses pendewasaan dalam menyongsong era baru dalam kehidupan kalian nantinya, yaitu masuk dan bersaing di pasar kerja,” pesannnya
Berdasar statistik data Sakernas per-Agustus 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa terdapat angka penggangguran di Jawa Barat sekitar 2,43 juta, dengan komposisi terbanyak masih diduduki oleh tamatan sekolah menengah kejuruan/SMK,tingkat pekerja masih didominasi oleh tamatan Pendidikan, maka hal ini menjadi fenomena di bidang ketenagakerjaan yang serius dan menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa untuk bisa berkontribusi dalam penanganannya,
“karena masalah ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah pusat, akan tetapi sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjadi kewajiban bersama bagi semua elemen bangsa ini,” jelasnya,
Di bidang demografi saat ini, sedang memasuki bonus demografi, dimana terdapat rasio antara jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan jumlah usia non-produktif sekitar 1:40, artinya satu orang usia non produktif diharapkan akan ditanggung 40 orang usia produktif, bahkan pada tahun 2030 kita digadang-gadang akan memasuki windows of opportunity atau jendela peluang sebagai pick-nya bonus demografi,
“tentu fenomena ini bisa menjadi peluang, bahkan menjadi bencana apabila mulai sekarang kita tidak menyikapi dengan salah satunya menyiapkan SDM-SDM terampil yang adaptif baik di pasar kerja maupun dalam IPTEK,”papar Haryono,
Dalam hal tersebut juga BBPVP Bandung memiliki peranan dalam menyampaikan kebijakan dari Mentri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah melalui 9 lompatan Kementerian Ketenagakerjaan, salah satunya adalah tranfromasi BLK, link and match,pengembangan talenta muda, transformasi kewirausahaan,
“maka dari itu, semua praktisi dan stakeholder yang mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan SDM melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi memegang, peranan yang strategis dalam menghantarkan SDM ke pasar kerja baik bekerja diindustri maupun berwirausaha. Hal ini tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi, kolaborasi antar stakeholders yang dikenal dengan penta helix academy, business, community, government, media,” jelasnya,
Kenapa harus pelatihan berbasis kompetensi? karena metoda ini dipandang lebih fleksibel dalam menjembatani para pencari kerja pada masa “transition to work” mulai dari kurikulum pelatihan yang adaptif, disusun sesuai kebutuhan, berbasis standar kompetensi baik SKKNI, SKKK, SKKI,
“serta akhirnya dilakukan penjaminan mutu melalui sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi P2 BBPLK Bandung guna memastikan luaran pelatihan sudah inline dengan tuntutan standar dan kualifikasi jabatan serta pekerjaan yang akan diampu oleh para pencari kerja,” bebernya,
Dalam kesempatan kali ini, Haryono menghimbau untuk semua tim yang terlibat dalam kegiatan ini, bisa bersama-sama saling mengingatkan serta memberikan saran dan kritik sebagai bahan perbaikan berkelanjutan.
“semoga niat mulia kita bersama dalam mengantarkan para peserta pelatihan kepasar kerja melalui kegiatan ini, bisa terwujud dan menjadi ladang amal kita bersama,”ujarnya,
Kepada seluruh peserta pelatihan,seperti diketahui bersama bahwa penyebaran virus Covid-19 jenis baru yaitu Omicron, penyebarannya sudah mulai semakin meluas di beberapa daerah termasuk Jawa Barat, untuk itu saya pesankan agar selama mengikuti masa pelatihan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan,selalu menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, dan menghindari berkerumun, serta selalu menjaga kesehatan, jaga pola makan kalian, dan hindari begadang sampai larut malam,
“Pergunakan waktu istirahat kalian dengan perbanyak belajar dan berdiskusi soal pelatihan yang kalian ikuti dengan teman, serta patuhi segala peraturan yang ada di UPTD BLK Kota Banjar,” tuturnya (*).