JAKARATA, KLIK Inews.com – Infrastruktur berperan penting dalam peningkatan investasi dan memperluas jangkauan partisipasi masyarakat, serta pemerataan hasil pembangunan. Untuk menciptakan dan meningkatkan kegiatan ekonomi,diperlukan sarana Infrastruktur yang memadai bisa terjangkau hingga pelosok wilayah hingga ke perbatasan-perbatasan Indonesia.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan, Pemerintah saat ini sedang fokus tiga pembangunan, yang pertama dalam pembangunan infrastruktur tahun 2022.
“pertama, pembangunan infrastruktur yang dilakukan harus lebih berkualitas, smart dan ramah lingkungan.
Pembangunan infrastrutkur juga harus dapat membuka akses dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah, antar daerah dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas,” ungkap Basuki Hadimuljono,
Lebih lanjut kata Basuki, dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur kedepan, kualitas infrastruktur harus benar-benar menjadi perhatian bersama, karena tuntutan dan harapan publik yang semakin tinggi,
Untuk mewujudkan infrastruktur berkualitas, harus dimulai dari pemenuhan readiness criteria dan perencanaan yang berkualitas. Selain itu pengawasan dalam pelaksanaan harus dilakukan secara intensif dan berjenjang dengan mengoptimalkan peran dan fungsi pembinaan teknik,
Kedua, Kementerian PUPR saat ini juga memberikan perhatian lebih besar pada kegiatan-kegiatan prioritas untuk Infrastruktur yang sudah terbangun, meliputi Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR). Operasi ditujukan untuk infrastruktur yang telah tuntas terbangun, dan harus segera dioperasikan setelah lulus dari tahapan uji coba yang diperlukan, misalkan pasar, jalan dan jembatan yang telah laik fungsi dapat segera dioperasikan,
“pemeliharaan ditujukan untuk menjamin keberlangsungan fungsi dari infrastruktur agar tetap beroperasi sehingga kualitas layanannya tidak terganggu atau menurun, misalkan pada saluran irigasi, jalan tol dan jalan nasional, jembatan dan yang lainnya,” jelas Basuki,
Lebih lanjut, optimalisasi ditujukan untuk menuntaskan dan memberikan manfaat dari infrastruktur yang telah terbangun. Contohnya pemanfaatan idle capacity di sektor air minum dan pemanfaatan rumah susun yang belum optimal, serta memastikan seluruh bendungan terhubung dengan jaringan irigasi, jaringan air baku. Rehabilitasi ditujukan untuk infrastruktur yang telah mencapai umur konstruksi tertentu atau infrastruktur terdampak bencana yang fungsinya dikembalikan seperti semula, misalnya irigasi dan kanal banjir,
“ketiga, Kementerian PUPR melalui BPIW telah bersepakat dengan Bappenas untuk memprioritaskan dukungan terhadap 118 kawasan yang dikembangkan pada TA 2023,” jelasnya
Untuk itu, dalam desk Rakorbangwil nanti, rencana program tahun 2023 perlu dibahas secara mendalam, dan harus benar-benar selektif serta disinergikan pada kawasan-kawasan prioritas yang akan memberikan dampak paling optimal,
“salah satu yang akan menjadi sentral perhatian adalah pembangunan IKN, seperti pembangunan Infrastruktur jalan, bendungan,gedung-gedung pemerintahan dan program-program yang direncanakan untuk ditangani pada TA 2023 juga harus dipastikan dapat selesai dan berfungsi pada tahun 2023 , atau paling lambat pada tahun 2024 dan dalam pelaksanaannya juga harus dipastikan tidak ada infrastruktur yang mangkrak,” tuturnya,
Ditempat terpisah,disampaikan warga DKI Jakarta sekaligus pelaku UMKM Nurhayati mengapresiasi kepada Pemerintah, saat ini masih terus melakukan gebrakan dan inovasi terus membangun Infrastuktur di pelosok-pelosok untuk kepentingan bersama dan masyarakat lainnya, khususnya dalam meningkatkan ekonomi bagi pelaku UMKM yang ada di daerah lainnya bisa terjangkau,
“peran infrastruktur sangat penting dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat , seperti pangan, sandang, papan, rasa aman, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu infrastruktur juga merupakan modal sosial masyarakat yang memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing secara global,” beber Nurhayati (asm).