Fikom Ubhara Jaya Kerjasama Dengan Karang Taruna Aren Jaya Memfilter Hoax di Media Sosial

KOTA BEKASI, KLIK INEWS.COM – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dihadiri sekitar 58 mahasiswa/mahasiswi bertempat di Jl. P.Belitung 9 No.288, RT.004/RW.015, Keluraham Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi,Jawa Barat.

Pembahasan kali ini menyaring informasi-informasi yang didapatkan di media sosial dan bagaimana pencegahan dari hoax serta ujaran kebencian. Hoax merupakan kabar, informasi, berita palsu atau bohong. Dimana hoax merupakan akses negatif kebebasan berbicara dan berpendapat di internet, khususnya media sosial dan blog. Hoax terdiri dari beberapa jenis seperti fake news atau berita bohong, clickbait, confirmation bias, misinformation, satire atau biasa disebut sebagai tulisan yang menggunakan humor, pasca kebenatan (post-truth), dan propaganda.

“jika di dalam media sosial menemukan ciri-ciri seperti sumber berita yang tidak jelas, bermuatan fsnatisme, dan mengakibatkan kecemasan serta permusuhan, itu bisa dikatakan sebagai ciri-ciri hoax. Selain berita hoax, ada juga hate speech atau biasa disebut ujaran kebencian, biasanya berisi fitnah yang berada di luas tanggung jawab. Dengan kemajuan internet, membuat adanya peningkatan teror di dunia maya,” ungkap Dosen Tetap Fikom Ubahra Jaya Rr.Dinar Soelistyowati.S.Sos., M.M., M.Ikom, saat dikonfirmasi klikinews.com,Rabu (22/06/22).

Seperti yang dikatakan Mirabito, bahwa ada 12 ribu orang yang menggunakan internet telah menjadi korban kejahatan di internet yang berkenan dengan suku bangsa, ras, agama, etnik, orientasi seksual bahkan gender.

“Dari keresahan masyarakat dalam menghadapi berita hoax, adapun cara menghindari diri dari berita hoax, seperti berhati-hati dengan judul yang provokatif, mencermati alamat situs seperti alamat url situs, memeriksa fakta, memperhatikan keaslian foto, dan mengikuti grup diskusi anti hoax untuk saling bertukar informasi,” ujar Dinar.

Adapun ringkasan dari isi materi yang telah disampaikan oleh mahasiswa bernama Ramadhina Putri Mulyadi, Dinda Ansyah Safitri, Muhamad Adzam Pangestu dan Septian Fajri yaitu; Media sosial merupakan platform digital yang memfasilitasi untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya seperti berkomunikasi/berinteraksi dengan jarak jauh hingga kita bisa memberikan informasi berupa tulisan, foto, ataupun video.

“media sosial juga memiliki beberapa fungsi seperti membangun komunikasi, sebagai sarana belajar, mencari hiburan dan masih banyak lagi. Media sosial juga sebagai tempat dimana informasi mudah didapatkan, maka dari dari banyaknya informasi, berpotensi menemukan berita hoax.

“Hoax juga memiliki beberapa faktor seperti rasa ingin tahu, teknologi modern memudahkan kita untuk menyampaikan informasi, maka dari itu ini dapat berpotensi tersebarnya hoax, dan bias informasi atau sebuah fenomena di mana para pembaca hanya condong pada apa yang mereka yakini saja,”tutur salah satu mahasiswi, Ramadhina Putri Mulyadi (asm).

 

Daftar Hadir Dalam Webinar Yaitu :
1. Angela Jani Sentosa
2. Ahmad Fajri
3. Rizka Aulia Nurdin
4. Ramadhina Putri Mulyadi
5. Pryananda Dwival Sri Haryuni
6. Septian Fajri
7. Muhamad Adzam Pangestu
8. Dinda Ansyah Safitri
9. Ian Rizki Sembada
10. Najla Saffa Kamila
11. Dwi Selviani
12. Febby Nandia Nabila
13. Aulia Tamara Citra
14. Marini
15. Nur Sabrina Aulia

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *