KOTA BEKASI, KLIK INEWS.COM – Untuk memperluas informasi seputar kesehatan kepada masyarakat, Primaya Hospital Bekasi Barat kembali menggelar Talk Show dipusat perbelanjaan Mall yang berada di Kota Bekasi dengan tema “Kelainan Retina Akibat Diabetes Melitus ,menghadirkan pembicara dr. Intan Ramli ,Sp.M ,Dokter Spesialis Mata dari Primaya Hospital Bekasi Barat dengan moderator Lizvy Revina.
Disampaikan dr.Intan Ramli kepada para tamu undangan yang hadir, Retina adalah jaringan saraf di bagian belakang bola mata, berperan sangat penting dalam proses melihat. Retina memiliki fungsi menerima dan mengolah cahaya yang masuk ke mata kemudian meneruskannya ke otak untuk diterjemahkan.
“oleh karena itu, gangguan retina harus ditanggapi serius karena dapat berpotensi mengganggu penglihatan secara permanen alias kebutaan,” kata dr. Intan Ramli saat beerbincang dengan media klikinews.com
lebih lanjut kata dr Intan, meski belum ada data pendukung secara nasional, kejadian gangguan fungsi pada retina di tengah masyarakat perlu menjadi kekhawatiran bersama karena menjadi ancaman kebutaan yang perlu diwaspadai.
“data jumlah operasi terkait gangguan retina di d i Primaya Hospital Bekasi Barat, sepanjang tiga tahun terakhir bahkan mencapai ratusan tindakan,” jelasnya
Menurutnya, beberapa jenis gangguan retina yang kerap ditemukan di Indonesia, antara lain: Retinopathy Diabetic, Age-related Macular Degeneration (AMD) Degenerasi Makula, Ablasio Retina dan Retinoblastoma.
“kondisi lepasnya lapisan retina yang diakibatkan oleh lubang atau robekan pada retina. Kegawat daruratan pada organ mata ini berpotensi menyebabkan kebutaan,”ujarnya
Adapaun risikonya kata dr. Intan, semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Meski demikian, penderita miopia berusia muda ternyata memiliki risiko yang lebih tinggi terserang RRD.
“fungsi krusial retina dan mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap penanganan retina secara menyeluruh,di Eye Center Di Primaya Hospital Bekasi Barat, diperkuat teknologi diagnostik hingga tindakan operasi termutakhir, ini bukan hanya sentra pelayanan spesialisasi retina yang lengkap di Kota Bekasi”bebernya
Kasus Retina bisa menyebabkan kebutaan, kerusakan retina akibat diabetes melitus itu memang resiko terjadi kebutaan . Disarankan bagi penderita hal ini harus dijaga pola hidup makan, makanan yang sehat dan menjaga berat badan dan olahraga , tidak merokok dan terus kontrol kedokter penyakit dalam maksud nya untuk mengontrol kadar gulanya, kontrol kolesterol pada hati dan otomatis juga kontrol ke dokter mata biasa satu yang satu tahun sekali.
“Dari data yang ada, saya bandingan tahun 2021-2022 , pada tingkatan untuk kasus di Primaya Hospital sendiri memang lebih banyak sekarang, karena ,memang kita diterima di Primaya Hospital untuk kasus retina ini ,kita rujukan dari Rumah Sakit jaringan lainnya, Rumah Sakit Tipe C lain, yang ada di Kota Bekasi , Jadi masih cukup tinggi masalah kasus Mata disebabkan Retina ini,” tutur dr.Intan (asm).