Di Antara  Dualisme Kadin, Forum  Pengusaha  Betawi  Perkuat  Mata  Rantai  UMKM  Indonesia

JAKARTA, KLIK INEWS.COM – CEO  Socentix dan Ketua Forum Pengusaha Betawi Assoc. Prof. David  Darmawan tengah menyelesaikan  dan penyempurnaan karya terbaru aplikasi B.E.T.A.W.I. dimintai pendapat tentang posisi Kadin Indonesia, dan bagaimana perananannya terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia  ada  hal  yang  menarik  sebagai  catatan.

Menurut  putra  dari  alm  Prof. H.Durry Abdurahman  Mantan  Ketua APINDO DKI Jakarta  tahun  1980 an  ini dengan lugas dan solutif  mengatakan  bahwa sampai  saat  ini  belum  ada  titik  terang  tentang  dualisme Kadin,

“dimana ditarik  benang panjang dan sampai ditahun 2022 ini ada dua kubu , yakni Kadin  Indonesia lewat Ketua Umumnya Arsjad Rasyid dan Kadin Paradigma  Baru lewat Ketua Umumnya Eddy Ganevo,”ungkap David Darmawan sata  dikonfirmasi  klikinews.com,  Jumat (15/07/22).

Ironisnya, kata David, selain segmentasi yang berbeda, yaitu Kadin versi AR menurut beliau terlalu proyekan atau pro pemerintah, borjuis dan terlihat konglomerat, sementara di pihak Kadin  egan lebih menyasar ke rakyat, atau proletan  dan milenial secara program dan pengemasannya.

“tetapi yang lebih urgen , ada yang tugas lebih berarti dan mulia yakni konsentrasi pembinaan, sekaligus penguatan atau pembangunan dari mata rantai usaha-usaha dan bisnis UMKM yang harusnya mendapat porsi lebih. Kita dapat belajar bersama, bagaimana di negara-negara maju seperti di Jepang,Jerman, Brunai Darussalam dan negara-negara Eropa Barat, lembaga seperti Kadin bahkan ada yang berjumlah lebih dari dua badan, dan ini biasa saja,” jelasnya.

 Tugas  selanjutnya, setelah  konsentrasi  ke domain  UMKM  ialah  yang  tak  kalah penting yakni pemulihan yang terus dikawal paska pandemi, apalagi sekarang ada isu baru dimana kembali naik jumlah terkena dan kebobolan data dari Peduli Lindungi.  Kembali ke masalah dasar Kadin, David berpendapat bagaimana agar satu upaya rekonsiliasi, atau komunikasi yang dilandasi hati bersih dan tujuan mulia tidak salahnya untuk dimulai kembali,

“semisal dengan sekarang adanya dua versi dari Kadin dan masing-masing Ketua Umumnya untuk menghadap Bapak Presiden sebagai orang yang diharapkan dapat menjadi penengah dan juru tawar solusi. Karena dibalik remeh-temeh dualisme, konflik dan kubu-kubuan seperti ini ada prioritas besar, dan kerja peradaban besar yang tentu dibutuhkan wadah dan sosok-sosok yang tepat,” tuturnya

Diakhir sesi penuturan singkatnya ini, David yang sekarang menjabat juga sebagai Ketua Lembaga Start Up  dan  Inkubasi  Kadin  ini  menuturkan  adanya suara akar rumput, dan organisasi  para  pengusaha   seperti  Forum Pengusaha Betawi  Bersatu  yang  secara  batin  dan  itikad  baik  mendukung  Kadin Indonesia  dibawah kepemimpinan Eddy Ganefo, karena dirasa perhatian kepada UMKM dan konsistensinya sudah terbukti.

“coba kita lihat kembali  UU No 1 Tahun  1987 Pasal 5, ada Posisi  Kadin yang jelas objektif bersifat mandiri dan independent, bukan organisasi pemerintahan atau politik. Marwah Kadin dimasa itu harus di kembalikan lagi untuk kita implementasikan dimasa sekarang,” ujar David,

Menurutnya, perlu juga dipandang sangta ugen adalah adanya versi UU Kadin Perpres No 17 tahun 2010, dimana mampu mengakomodir semua kepentingan dan ada komunikasi pihak. David Darmawan bersama jejaring dan kawan-kawan pengusaha ingin ada dampak yang dapat secara utuh dirasakan dari hadirnya Kadin ini,

“baik ada dua kubu, satu kubu, dan kubu baru lainnya mungkin, bagaimana  ini semua akan bermuara kepada visi misi besar dari pembukaan UUD 1945 yakni adanya kemakmuran dan keadilan baik secara materi dan spiritual,” tuturnya (asm).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *