KOTA BEKASI, KLIK INEWS. COM – Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi selaku penyelenggara Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN)VIII 2022 Regional Wilayah Tengah 1 dengan tema “Melalui Kompetisi Kita Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Instruktur”.
Dari hasil kompetisi, BBPVP Bekasi meraih juara KKIN VIII Regional Tengah I diantaranya; (1)- Bidang IT Sofware Solution for Business Juasa 1 Faisal Rahman, Juara II Herdanis, Dan Juara III Jeany Fatma M. (2) – Kompetisi Bidang Refrigeration dan AC ; Juara I Junika Dumaria Simanjuntak, Juara II Dwi Nuryanto. (3)- Kompetisi Bidang Restauran Servise ; Juara 1 Galih Prasetia, Juara II Sithy Fatihah.
Kepala BBPVP Bekasi, Herman Bija, menyampaikan selamat kepada para pemenang KKIN VIII Regional Tengah 1 wilayah Bekasi. Tujuan diselenggarakannya KKIN ini adalah, agar kompetisi memberikan motivasi para Instruktur seluruh Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya, dan mengukur kompetensi para instruktur sesuai dibidangnya . Baik secara individu dan melalui intansi masing – masing, serta mempererat jalinan silaturahmi di dunia usaha dan pemerintahan.
Kegiatan KKIN Regional wilayah tengah satu ini dilaksanakan dilima Lokasi, diantaranya BBPVP Bekasi, BBPVP Serang, BBPVP Bandung, BLK Karawang, dan LPK Harry Academy Karawang. Peserta Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional VIII ini telah diikuti dari 116 diikuti sebanyak 113 orang dari lima lokasi tersebut, yang sisa tiga Instruktur tidak bisa ikut karena berhalangan . Diharapkan, dengan adanya KKIN 2022 ini, dapat melatih kinerja SDM Instruktur yang unggul dan semakin kompeten dan profesional dalam mendukung Indonesia maju.
Dari kesemua itu ada 12 kompetensi yang diperlombakan, namun karena secara program Platgan, tidak semua dari 12 bidang kompetensi ini ada di BBPVP Bekasi. Sehingga disuport oleh rekan – rekan dari BBPVP lain, dan UPTD BLK karawang , LPK Hari Academi Karawang.
“semangatnya adalah , ketika melaksanakan kompetensi ini, diharapkan bahwa, yang pertama, dari kompetensi ini kita akan bisa melihat seberapa kompetensinya Instruktur yang ada di seputar regional tengah satu ini .
Sehingga, dengan adanya kompetensi ini , peta kompetensi dari masing- masing Instruktur, bahwa dengan kita mengetahui dari rekan rekan akan menjadi evalusasi diri untuk masing- masing,” ungkap Herman Bija, saat berbincang dengan tim media klikinews.com di kantornya BBPVP Bekasi Jl. Guntur Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Lebih lanjut dikatakana Herman, kegiatan KKIN VIII tersebut, tujuannya juga adalah ditujukan bagi para pimpinan di Kementrian Ketenagakerjaan didalam mengambil kebiajkaan untuk mengupgrade kemampuan bagi setiap Instruktur.
“karena kita ini memiliki Balai Latihan di wilayah Jawa, tetapi diseluruh Indonesia . Harapan kita, bahwa kwilitas yang diberikan bagi pelatihan di Balai Besar sendiri, Balai lain, atau di LPK dan Indusrty. Ketika program pelatihan dilaksanakan dimanapun, kwalitasnya akan sama,” jelas Herman
Untuk memulai dari satu programnya sama kata Herman, tentunya Instuktur yang mendelevey dan kwalifikasinya harus sama. Yang kedua, kita punya harapan, ketika Instruktur mengikuti kompetensi, maka kompetensi mereka bisa terpelihara, bagaimana perkembangan yang sedang terjadi dan perkembangan diluar sana.
“sehingga ini akan memberi motivasi diri, mempersiapkan diri para Instruktur untuk bisa menghadapi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang ada, dan memicu untuk terus belajar dan belajar . karena namanya kita sebagai Instruktur belajar sepanjang hayat,
“meskipun sudah dikatakan kompeten, Instuktur jangan merasa cukup, oke saya sudah merasa kompeten. Sementara diluaran sana banyak SDM yang sudah jauh melangkah. Hal inilah yang benar- benar menjadi harapan kita dan para piminan kita di Kemnaker, agar mengetahui dan mengambil kebijakan terhadap pola karir Instruktur dan memelihara Kompetensinya,” tuturnya.
Apa yang dicanangkan Mentri Ketenagakerjaan Ida Fauziah bahwa, yang menjadi konsen saat ini dari Kemnaker adalah 9 lompatan besar ketenagakerjaan, yang didalamnya itu adalah transpormasi Balai Latihan Kerja (BLK).
“tentunya bicara ini, cara yang paling besar di balai, selain sarana fasilitas, program selanjutnya adalah SDM, bahwa Instruktur ini adalah komponen SDM ujung tombak dibalai, ketika kita menciptakan SDM yang berkualitas. Kalau Instrukturnya tidak berkualitas, tehnologinya bagus, tapi SDM pelatihannya tidak ada, sama saja tidak singkron,” ujar Herman
Dikatakan lagi Herman, dalam mempersiapan KKIN VIII terlaksanan, meskipun dari persiapan semaksimal mungkin , walapun aga sempit, seharusnya dilakukan di tahun 2021, karena masih ada pandemi covid 19, sehingga bergeser ke tahun 2022, “dan kami bisa mengoptimalkan SDM kami miliki yang ada di BBPVP Bekasi, termasuk sarana prasarana yang ada, sehinga BBPVP Bekasi telah melaksankan dengan lancar KKIN VIII Regional 1 ,” tutur Herman mengakhiri percakapannya (asm).