KOTA BEKASI, KLIK INEWS.COM – Permasalahan yang timbul dari penggunaan media sosial saat ini adalah banyaknya hoax yang menyebar luas, Pemberitaan bohong atau palsu (hoax) menjadi fokus perhatian banyak kalangan Putri R.E,. 2020 Banjir informasi menyulitkan khalayak untuk menentukan informasi yang benar dengan informasi palsu. Penyebaran tanpa dikoreksi maupun dipilah, pada akhirnya akan berdampak pada hukum dan informasi.
Disampaikan Rr.Dinar Soelistyowati, S.Sos, M.M, M.I.Kom Selaku Dosen dan pembimbing Mahasiswa /mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi, Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya Rahutomo Dengan kata lain hoax juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
“Hoax juga bisa diartikan sebagai tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi pesan yang benar Gumilar, 2107. Definisi lain menyatakan hoax adalah suatu tipuan yang digunakan untuk mempercayai sesuatu yang salah dan seringkali tidak masuk akal yang melalui media online,” kata Rr.Dinar Soelistyowati, S.Sos, M.M, M.I.Kom kepada klik inews.com
Menurutnya, Hoax adalah kabar, informasi, berita palsu atau bohong. Sedangkan dalam KBBI disebut dengan hoaks yang artinya berita bohong Hoax merupakan ekses negatif kebebasan berbicara dan berpendapat di internet (KBBI, 2017). Hoax sebagai usaha dalam atau untuk menipu dan mengakali penerima informasi agar mempercayai sesuatu yang bersifat palsu. Dan informasi paslu ini diketahu jelas oleh pencipta informasi ini, dengan tujuan agar penerima informasi terhasut atau merubah arah pemahaman terhadap sesuatu (Brunvand, 2001).
” Informasi Hoax tersebar karna masyarakat dengan mudahnya mempercayai terhadap sebuah informasi yang dia terima, dan masyarakat punya addiction terhadap sumber yang dianggapnya selalu menyebarkan informasi yang benar,” tuturnya.
“tujuan dari informasi Hoax ini adalah membentuk presepsi, menggiring opini, dan membuat opini yang menguji kepahaman pengguna internet dan media sosial terhadap informasi yang disebar. Kemungkinan informasi yang dilahirkan kembali atau diproduksi kembali dengan tambahan opini pribadi juga menjadikan sebuah informasi yang awalnya bersifat fakta, menjadi informasi Hoax, “jelasnya.
Rahardi 2107 Dalam pembuatan sebuah informasi harus mencari data – data yang bersifat fakta dan saling berkorelasi agar dapat dipahami secara benar oleh penerima informasi, “hal ini yang sering diabaikan oleh orang yang menyebarkan informasi dan membuat sebuah informasi,”tururnya (asm).
* Riski Laras * Cahyani Wulandari
* Zahra Syifa Handoko. * Debby Maurits
* Jatayu Rayhan * Tiara Artamevia
* Kholyvah Rohmah. * Siti Rida
* Resdana Arderson. * Yoza Pratama Raja
* Putri Imelda F. * Padmasari Chandrasekar