Sinergi  Giat  Pengabdian  Masyarakat  Dalam  Meminimalisir  Disinformasi  Oleh  Ubhara  Jaya

KOTA  BEKASI, KLIK INEWS.COM –  Maraknya berita bohong atau hoax di media sosial perlu menjadi perhatian bersama. Tidak hanya  bagi pemerintah, masyarakat pun dituntut untuk lebih berhati – hati dalam menerima  dan menyebarluaskan, khususnya buat semua mahasiswa/mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Bekasi. Di era saat ini yang serba teknologi, media sosial melalui berbagai platform yang dimilikinya turut andil dalam menyumbang informasi yang disebar luaskan dengan mudahnya.

Oleh karena itu, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi  Inspektur  Jendral Polisi (Purn) Dr.Drs. Bambang  Karsono, SH, MH.,M.M sangat menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat  para mahasiswa/mahasiswi  Jurusan Fakulitas ilmu Komunikasi Ubhara Jaya terjun langsung kelapangan dalam rangka sosialisasi ilmu komunikasi dengan Karang Taruna terkait bahayanya Disinformasi dan Hoax (Berita Bohong).

“Kita  harus kembali ke masyarakat, dan  membuat satu perubahan dalam pendekatan, tidak hanya knowledge, tetapi  juga soft skillnya kita berikan untuk langkah nyata kuliahnya di kampus saja, tetapi  mahasiswanya  kembali kemasyarakat  sebagai mana halnya program dari mentri dalam Kampus Merdeka belajar itu ,”ungkap Rektor Ubhara   Inspektur  Jendral Polisi (Purn) Dr.Drs. Bambang  Karsono, SH, MH.,MM saat di konfirmasi Klikinews.com

Apa lagi jelang pemilu 2024, yang  semakin disoroti berita – berita  hoax di medsos,  orang sulit membedakan mana berita hoax mana yang benar .” dengan adanya ajaka-ajakan orasi seperti ini kepada masyarakat, diharapkan generasi milenial dan  masyarakat bisa lebih bijaksana dan cerdas  dalam menangkap isi berita di medsos,

“ intinya  mengembangkan  soft skillnya  dalam langkah nyata, kita sangat mendorong kegiatan abdimas para mahasiswa/mahasiswi Jurusan Fikom ini. Namun tidak keluar dari batasan  dan harus dibimbing  terus oleh Dosennya . Karena sangat penting sekali  terjun kelapangan untuk  terus berkomunikasi dengan masyarakat agar ilmu komunikasi yang dipelajari selama kuliah itu bisa bermanfaat  juga ,” jelas  Bambang.

Disampaikan Dosen Tetap Fikom Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Rr. Dinar Soelistyowati, S.Sos., M.M., M.I.Kom,  sangat menyambut dengan baik terhadap respon Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya terkait dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang saat ini telah digencarkan dalam mata kuliah yang diampu yaitu Disinformasi dan  Pemeriksaan.

“Saat ini  kemajuan  teknologi  informasi  berkembang  sangat  pesat, khususnya di masa pandemi covid 19 dua tahun lalu. Tidak  ada masyarakat yang hidup tanpa gadget, lengkap dengan berbagai aplikasi media sosialnya.  Saat kegiatan komunikasi terbatas oleh ruang dan waktu,  maka akan sangat rentan untuk terjadinya informasi yang bersifat destruktif,  baik itu berupa misinformasi, malinformasi dan disinformasi,” ungkap Dinar  Soelistyowati saat bincang dengan awak media klikinews.com , Selasa (19/07/22).

Menurut  Dinar, untuk  meminimalisir  permasalahan  yang  terjadi,  maka  sebagai  dosen pengampu mata kuliah Disinformasi dan Pemeriksaan perlu untuk mengajak mahasiswa secara langsung untuk  turun ke lapangan melalui kegiatan  pengabdian  masyarakat  dengan kegiatan spesifik memberikan pencerahan  mengenai pakem – pakem  komunikasi yang ideal untuk  menangkal disinformasi dan hoax dalam bermedia sosial.

“Selaku Dosen,  saya bersinergi  dengan mahasiswa  memberikan penyuluhan juga berbagai pelatihan dalam mengantisipasi dan meminimalisir  bahaya Disinformasi dan hoax di beberapa wilayah yang  ada di dalam Kota serta kabupaten Bekasi, bekerjasama dengan pemuda pemudi karang taruna yang  ada di masing- masing  wilayah tersebut. Karang Taruna merupakan target utama kami dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Mereka merupakan agent of change dilingkungan sosial masing- masing ,  sehingga di harapkan dengan seminar serta pelatihan yg dilaksanakan akan memberikan mereka bekal ilmu dan wawasan utk kembali di sharing kepada masyarakat yg lebih luas dilingkungan mereka. Dengan pemahaman yg konkrit dan berasal dari sumber yang tepat yaitu institusi Pendidikan,” jelasnya.

Kegiatan di setiap wilayah masing – masing  dilaksanakan selama dua hari.  Hari pertama pembekalan materi oleh Dosen hari kedua  workshop untuk  pemuda pemudi karang taruna yang di motori oleh mahasiswa FIKOM  Ubhara  Jaya  di bawah arahan   dosen pendamping sesuai arahan dari Rektor melaksanakan kegiatan ini kurang lebih di 7 wilayah yang ada di kota madya maupun kabupaten bekasi.

“Saat  ini  fokus  kami baru melakukan sosialisasi mengenai bahaya disnformasi dan hoax dengan target Pemuda Pemudi Karang Taruna. Namun tidak menutup kemungkinan pada kegiatan selanjutnya kami akan memberikan pembekalan materi mengenai bahaya disinformasi dan hoax ini bekerjasama dengan media massa untuk sosialisasi di instansi2 pemerintahan atau LSM lainnya,” jelasnya.

Adapun pesan Dinar kepada masyarakat,  harus meningkatkan literasi digital karena masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang  senang untuk belajar  dan  hati – hati   ketika akan sharing suatu berita (saring sebelum sharing), sehingga bisa lebih mawas diri terhadap perubahan-perubahan yg sifatnya sangat dinamis yg terjadi disekitarnya. Khususnya mengenai bahaya disinformasi dan hoax.

“Saring sebelum sharing merupakan hal yang sangat bijaksana yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa. Mengingat mahasiswa adalah role model positif   yang  patut diteladani oleh pemuda pemudi generasi saat ini. Untuk   itu  teman – teman  mahasiswa harus   meningkatkan literasi ilmiahnya,  baik itu dalam  mendapatkan  informasi di media  digital   maupun pada media konvensional  seperti Televisi, Majalah, Koran, Radio,  serta  media – media  lainnya,” tuturnya (asm).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *