KOTA BEKASI, KLIKINEWS.COM – Masih segar dalam ingatan kita Sebelumnya atas laporan masyarakat pada tgl 30 Maret 2022 Kejari Kabupaten Bekasi berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan ( OTT) terhadap oknum pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat yang perkaranya saat ini dalam proses persidangan di PN Tipikor Bandung.
Kali ini kepercayaan masyarakat tersebut datang lagi dan kali ini i berasal dari masyarakat Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi atas laporan masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
“Kejari Kabupaten Bekasi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan atas laporan tersebut , dan berdasarkan bukti permulaan yang cukup penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi tersebut pun telah naik ke tahap Penyidikan,”ungkap Kepala Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Bekasi, Siwi Utomo saat dikonfirmasi tim media klikinews,Selasa malam (02/08/22).
Secara resmi, Selasa tanggal 02 Agustus 2022 sekitar pukul 17.30 WIB Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi telah melakukan Penahanan terhadap tersangka PH selaku Kepala Desa Lambangsari dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Kekuasaan Perangkat Desa Lambangsari,
“Kepala Desa PH telah menyalahgunakan atas permintaan sejumlah uang dalam penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2021,”jelas Siwi Utomo
Lebih lanjut kata Siwi, bahwa Penyidikan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang keberatan atas permintaan sejumlah uang dalam proses PTSL, hal tersebut berawal dari ditetapkannya Desa Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu desa yang mendapatkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi pada tahun 2021.
Selanjutnya para warga yang mendaftarkan tanahnya untuk mengikuti Program PTSL dilakukan dengan mengajukan berkas permohonan ke masing masing Ketua RT, selanjutnya dokumen tersebut diteruskan ke Ketua RW, Kepala Dusun, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, Sekdes dan terakhir diserahkan kepada Kepala Desa Lambang Sari untuk selanjutnya diserahkan Ke pihak BPN.
Selanjutnya untuk penyelenggaraan PTSL ini Kepala Desa Lambang Sari mengadakan rapat bersama dengan Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT yang pada pokoknya dalam keputusan rapat tersebut Kepala Desa Lambangsari memerintahkan kepada Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT untuk meminta uang kepada para warga yang mau mengikuti program PTSL agar membayar sebesar Rp.400.000 (empat ratus ribu) untuk tiap sertifikat dan uang tersebut dikumpulkan kepada Kepala Desa Lambang sari, namun untuk biaya patok, materai, fotokopi dan lain sebagainya dibebankan kepada pemohon.
“total permohonan yang masuk untuk mengikuti program PTSL di Desa Lambangsari adalah sebanyak 1165 sertifikat. untuk tiga dusun dan terkumpul total uang hasil pungutan PTSL sebesar Rp.466.000.000 (empat ratus enam puluh enam juta rupiah), bahwa ada dugaan masih ada permintaan uang dengan jumlah yang lebih besar terkait penyalahgunaan permohonan PTSL dari pemohon badan hukum atau perusahaan
Dan untuk kepentingan penyidikan, terhadap tersangka PH saat ini telah dilakukan penahanan untuk waktu 20 (dua puluh) hari hingga 21 Agustus 2022 oleh Kejari Kabupaten Bekasi,”bebernya (rik/asm).