Perluas  Kompetensi Program  IOT, Instruktur Utama  TIK BBPVP  Bandung Muhammad  Ramdhan  Akan Dikirim Ke Korea

BANDUNG, KLIK INEWS.COM –  Untuk  memperluas  Kompetensinya di bidang program Internet of Things (IoT), Instruktur Pertama  Kejuruan  Teknologi Informasi  Dan Komunikasi (TIK,  Balai  Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BBPVP ) Bandung,  Muhammad  Ramdhan,S.T. di bulan Oktober  2022  akan  dikirim ke Korea  selama  6 minggu

“TIK  ini  pergerakannya   sangat  cepat,  saat ini  yang sedang  kita  kejar adalah Program tentang  Internet of  Things,  kita masuk kebidang  pemograman Robotik yang rencananya akan terlaksana di tahun 2023.  Maka dari itu, kita sebagai Instruktur, di  tahun 2022  ini harus  lebih  banyak mengasah   ilmu  kembali  tentang  IT  itu  seperti  apa ?  salah satu bentuk penerapan IT,” ungkap Muhammad Ramdhan saat di wawancara tim media klikinews.com, Jumat (30/09/22).

Sebagai  Instruktur  Pertama  Kejuruan  TIK BBPVP  Bandung,  Muhammad  Ramdhan, S.T. dengan Nomor Induk  Pegawai (NIP) : 19860518 200912 1 002  ini menyampaikan, bahwa tantangan  dirinya dan rekan- rekan Instruktur TIK Bandung  lainnya di  eradigital ini adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga dibutuhkan effort lebih untuk memenuhui kompetensi  untuk melatih  peserta.

“untuk  mencapai target tersebut,  di tanggal 16 Oktober 2022 ini, saya  akan dikirim ke Korea selama 6 minggu untuk memperluas kompetensi terkait Internet of Things, yang diselenggarakan oleh Koreatech dan diikuti oleh 20 peserta dari negara-negara ASEAN,” jelas  pria yang  akrap disapa Adhan ini.

Di tahun 2020 dan 2021 kejuruan TIK sempat berhenti melatih karena efek pandemi, pada saat itu para  Instruktur  TIK  mengikuti  upgrading   desain  grafis  dan  video editor kerjasama dengan Adobe, sehingga di tahun 2022 ini  para Instruktur  TIK  sudah siap  melatih para peserta baru.

“harapan saya di tahun 2022 dan tahun-tahun berikutnya, calon tenaga kerja  lulusan  TIK BBPVP  Bandung  yang  sudah   mendapatkan  pelatihan dan sertifikasi  kompetensinya dapat terjun ke masyarakat. Dan ilmu  Internet of Things  yang saya pelajari nanti di Korea selama 6 minggu, dapat di Implementasikan kepada para peserta  pelatihan kerja dan bermanfaat bagi masyarakat untuk  masuk ke  Industri Kerja ,” tutur Muhammad  Ramdhan (asm).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *