KOTA SEMARANG, KLIK Inews.com – Sebagai Komitmennya yang telah di pesankan Mentri Ketenagakerjaan ,Ida Fauziyah dalam halal bi halal di Kantor Pusat Rabu (10/05/2023) agar para ASN untuk bisa menigkatkan kinerjanya dilingkungan Kemnaker dan ASN yang bertugas di luar daerah dalam mengawal SDM kompeten untuk Indonesia Maju di tahun emas 2045.
Hal tersebut mendapat tanggapan dari Kepala BBPVP Semarang Heru Wibowo saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahap 4. Tidak hanya mengakomodasi peserta non boarding untuk peserta Semarang dan sekitarnya, tetapi juga BBPVP Semarang bekerjasama dengan beberapa dinas dan perusahaan wasta untuk penempatan kerja alumni pelatihan.
“kedepannya, Kementrian Ketenagakerjaan akan terus menambah BLK Komunitas diberbagai pelosok dan desa-desa yang ada di provinsi Jawa tengah. Semua itu dengan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua masyarakat luas dan bisa mengakses pelatihan dan bisa mendapatkan kompetensi, memiliki daya saing, dan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak diluar sana,” kata Heru Wibowo kepada klikinews.com, Kamis (11/05/2023).
Di tahun 2023 ini , Kemnaker terus aktif memberikan pelatihan – pelatihan kerja melalui BBPVP, BPVP dan BLK Komunitas diseluruh Indonesia kepada masyarakat. “ seperti pada tanggal 9 mei kemarin, saya telah membuka pelatihan di desa, itu menunjukan bahwa, kami dan jajaran ASN di BBPVP Semarang akan terus komitmen melayani masyarakat di Jawa Tengah,” ujarnya.
Diakui Heru, Pemerintahan Presiden Pak Jokowi melalui Mentri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziyah , benar – benar membuktikan komitmennya, bahwa jajaran di BBPVP Semarang untuk meningkatkan kwalitas SDM masyarakat Indonesia agar menjadi SDM unggul, Indonesia maju agar SDM Indonesia terus meningkat,” ucapnya.
Dan ini semua juga dalam rangka menuju tahun emas 2045 itu dicanangkan tahun emas. Dan persiapannya dimulai dari sekarang, karena siapa yang akan memegang kepemimpinan yang baru di tahun 2045, “ya disinilah,ade-ade yang saat ini megikuti pelatihan kerja masih produktiv di usia anatara 20 – 25, adalah pemegaang Republik Indonesia, itu kita berfikirnya dalam jangka Panjang,” ujarnya
Jadi untuk bisa mewujudkan tahun emas Indonesia maju, semua SDM harus memegang yang namanya kompetensi keterampilan (Skill) dengan signifikasn untuk menuntaskan kemiskinan .karena orang miskin itu tidak punya uang dan tidak punya pekerjaan, dan tidak punya keterampilan yang bisa dijual dan kecakapan bekerja.
“Maka dari itulah, dengan adanya pelatihan semacam inilah bagian komiten dari kita untuk memberikan kompetensi agar bisa mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan pendapatan ekonomi. Dan ini, ade -ade diberikan kesmepatan pelatihan berbasis kompetensi di BBPVP Semarang agar memiliki ilmu untuk masa depan yang lebih baik,” tutur Heru Wibowo (red/sam).