KOTA BEKASI, KlikInews.com – Jelang pelaksanaan hari raya Idul Adha Kurban, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi memastikan hewan Kurban yang di jual di Kota Bekasi aman dari penyakit.
Hal ini disampaikan oleh Kepala DKPPP Kota Bekasi Herbert Panjaitan saat mengunjungi tempat peternakan hewan kurban, dan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban di wilayah Jatiasih Kota Bekasi
“Ini merupakan kegaiatan rutin tahunan kita khususnya menjelang hari raya kurban. Pemkot bekasi melalui DKPPP sudah melakukan langkah-langkah bagaimana pelaksanaan qurban bisa berjalan dengan baik, dan yang paling utama memenuhi standar kesehatan syariat,” ujar Herbert, Minggu (25/06/23).
Lebih lanjut kata Herbert, sehari sebelumnya, Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto melepas tim kurban yang terdiri dari unsur bersama unsur DKPPP, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Hal ini bertujuan membagi tugas untuk wilayah tugasnya untuk memantau seluruh pedagang musiman hewan qurban yang ada di wilayah, agar lebih memperhatikan ketentuan K3.
“Jangan sampai mereka berdagang tapi menganggu kenyamanan masyarakat. Kedua, dari unsur DKPPP sejak tanggal 12 kemarin sampai tanggal 28 ke depan kita telah menugaskan tim kesehatan hewan untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan terhadap lokasi-lokasi peternakan maupun lokasi penjualan hewan qurban,” ujarnya.
Sampai dengan kemarin sudah diperiksa berdasarkan data ada sekitar hampir 10 ribu ada 9.800 lebih hewan qurban yang diperiksa. Kategorikan sapi ada 5.100an, kambing ada 3.800an, domba 850 ini yang sudah diperiksa sudah 68 lokasi,
“Tadi seperti kita lihat, hewan itu sudah divaksin dan dipasang ear tag, berdasarkan hasil pemeriksaan kami juga pada senin kemarin hewan yang ada disini dinyatakan sehat,” tambah Herbet.
Selanjutnya, Pemkot Bekasi juga akan melakukan sosialisasi mengenai tata cara pemotongan hewan qurban yang memenuhi standar kesehatan serta syariah pada saat hari H.
“Tadi ada usulan coba kita jangan gunakan plastik, untuk event ini kita anjurkan plastik selama ini mungkin ada di lokasi pemotongan kaki nyentuh daging itu tidak diperbolehkan. Jadi kita sosialisasi jadi kaki itu harus dibungkus untuk menjaga daging tetap higienis, syariah, dan kesehatan daging,” kata Herbert.
Pemkot Bekasi memprediksi pelaksanaan qurban mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan pemantauan ada sekitar 19.900 hewan yang diqurbankan pada Idhul Adha tahun 2023.
Hal ini dikarenakan hewan-hewan qurban di Kota Bekasi dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu gairah ekonomi pasca pandemik covid-19 yang sudah berlalu sehingga pertumbuhan ekonomi merangkak naik perlahan .
“Kalau PMK tidak ada, kemarin ada satu temuan hasil pemeriksaan kita ada satu ekor sapi terindikasi LSD bentol bentol lato lato. Tindakan kita sudah langsung memisahkan dulu. Untuk selanjutnya, kita akan lakukan pelayanan kesehatan yakni pengobatan,” ungkap Herbert (red/mam).