KOTA BEKASI,KLIK Inews.com – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Kuliah Umum bertema, “Peran Mahasiswa dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dengan Pendekatan Berbasis Kekinian.” Menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Gerakan Anti Narkoba (Granat), acara ini berlangsung dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)2023 di Auditorium Ubhara Jaya Graha Tanoto, Kampus 2 Bekasi, Jl.Perjuangan, Bekasi Utara,Kota Bekasi, Jawa Barat Selasa (27/06/2023).
Sebagai pengelola pendidikan tinggi, komitmen Ubhara Jaya tercermin dari berbagai langkah nyata yang dilakukan terkait pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus, Sudah 7 tahun ini, setiap mahasiswa yang akan mendaftar disini, wajib di test urine untuk memastikan diri bebas narkoba. “Tidak hanya bagi mahasiswa, setiap pegawai yang akan bekerja disini pun, diterapkan hal yang sama,” jelas Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs Bambang Karsono, S.H., M.M kepada media.
Berbagai pencapaian yang diraih, terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika ini antara lain, Di masa pandemi pada tahun 2020 lalu, Ubhara Jaya mencatatkan Rekor MURI Deklarasi Anti Narkoba yang melibatkan 5.923 mahasiswa. ![]()
“Selain itu Ubhara Jaya juga memiliki Satgas berupa Unit Khusus Granat yang anggotanya terdiri dari mahasiwa yang melakukan berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus. Kami bertanggungjawab terhadap masa depan anak-anak dan dunia pendidikan di Indonesia agar tidak terjadi loss generation atau generasi yang hilang akibat penyalahgunaan narkotika” lanjut Rektor Ubhara Jaya.
Ditempat yang sama, Anggota Dewan Pertimbangan Badan Narkotika Nasional Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M Sianipar, M.Si mengatakan, saat ini penyalahgunaan narkotika di kalangan usia produktif sangat memprihatinkan, setiap harinya ada lebih dari 30 orang meninggal dunia karena narkoba. Agar Indonesia tidak terancam kehilangan satu generasi,
“maka upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak bisa berjalan terpisah. Kita tidak bisa bekerja secara parsial, harus ada komitmen bersama yang melibatkan semua pihak, misalnya antara BNN dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dari sisi dunia pendidikan. Kita tentu tidak ingin kehilangan satu generasi dalam membangun bangsa. Mau dibawa kemana pembangunan bangsa ini jika kita kehilangan satu generasi,” ucap Togar M. Sianipar.
Sementara itu Ketua Umum DPP Granat Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H dalam sesi kuliah umum ini mengatakan, “Kita ingin menyelamatkan generasi muda saat ini melalui upaya pencegahan yang diharapkan akan lebih jauh efektif berdampak dari upaya penindakan. Jika kita berhasil melindungi diri, mau dibujuk atau dikasih gratis juga tidak akan terjadi penyalahgunaan narkotika,” jelas Henry.
Kuliah Umum dirangkai dengan peluncuran Program Granat Goes to Campus dan situs kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa Granat yang ada di Ubhara Jaya. Ubhara Jaya menjadi kampus pertama dari program yang direncanakan akan berjalan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia (red/sam).