Prof(Ris)Hermawan :Keberadaan Intelektual Jantung Dari Peradaban Manusia Ditengah Gempuran Teknologi

KOTA BEKASI,KLIK Inews.com – Dalam Orasi Kebudayaannya, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menggugah keberadaan kaum intelektual dalam peradaban manusia di tengah gempuran teknologi yang disebutnya sebagai masa Kematian Kaum Intelektual.

“Sepanjang sejarah pemikiran, perdebatan klasik selalu berulang, tentang peran intelektual dalam perjalanan peradaban. Intelektual dipercaya – self acclaimed terutama oleh kalangan intelektual sendiri sebagai pembawa obor peradaban. Sebuah self-defined role yang bersifat grandiose. Padahal peran seperti itu hanya eskapisme dari ketidakmampuan menguasai teknokratisme (teknologi).

“Tradisi yang sesungguhnya, sejak awal justru telah dimiliki oleh para intelektual Islam; dimana banyak ulama terkemuka adalah astronom astronom terbaik pada masanya. Tradisi yang kemudian tumbuh berkembang di kalangan Pastor Katolik yang menyebar ke seluruh dunia. Intelektualisme yang merupakan perpaduan antara filsafat ilmu dan teknokratisme,”ungkap Dalam Orasi Kebudayaannya, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D saat dikonfirmasi klikinews.com di Gedung Bolroum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya)Bekasi, Selasa (25/07/2023).

Lebih lanjut kata pria yang akrap disapa Kiki ini mengatakan, tugas sejarah kaum intelektual saat ini sudah memasuki fase kritis (critical phase), atau injury time, yang justru dimatikan oleh lingkungan strategisnya sejak awal.

“Sebelumnya ada yang mengatakan jika ingin menundukkan sebuah negara, bunuhlah tentaranya. Hal ini sudah tidak berlaku, karena hari ini yang kita bunuh adalah justru keberadaan intellectual yang menjadi jantung dari peradaban manusia, dan kita yang sendiri yang membunuh keberadaan kaum intelektual itu,”jelasnya.

Orasi Kebudayaan ini ditandai dengan pemberian sejumlah testimoni dari para sahabat dan rekan sejawat Prof Hermawan Sulistyo antara lain oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Brata Bhakti sebagai Yayasan yang menaungi Ubhara Jaya, Staf Khusus Presiden, Sukardi Rinakit, Koordinator Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen. Pol.(Purn.) Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM, serta tamu dan undangan kehormatan lainnya

“Saya berfikir sudah tidak diperlukan lagi keberadaan kaum intelektual saat ini dengan adanya teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang sudah masuk dalam berbagai lini kehidupan manusia,“ ucapnya, seraya menggugah keberadaan para intelektual dalam kemajuan peradaban manusia,”tutur Prof.Kiki (red/sam).

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *