Prof Anna :Hindari Curian Oleh Negara Lain,Kemendikbudristek Daftarkan Warisan Budaya Tenun Songket Nusantara Ke UNISCO

JAKARTA,KLIK Inews.com – Pelopor Hari  tenun Indonesia Sekaligus Ketua Umum KADIIFA, Prof. Anna Mariana dalam sambutannya diacara Gathering Dan Press Confreance di Gedung Badan Pengembangan SDM Kemendagri RI, Rabu(09/08/2023).

Diakui Prof. Anna, Legalitas sebagai salah satu kelemahan bangsa Indonesia yang sering dimanfaatkan oleh negara lain untuk mencuri warisan budaya Nusantara. Jika pengakuan warisan budaya hanya dilakukan dalam bentuk seremoni, hal itu rentan untuk jatuh ke tangan negara lain.

“Saat ini Kemendikbudristek sedang berada dalam antrean pendaftaran warisan budaya ke UNESCO. Visi dan misi kegiatan ini untuk mendorong program pemerintah agar songket dan tenun tidak punah melalui sejumlah strategi,” ungkap Prof. Anna Mariana.

Pertama, Kemendikbudristek memasukkan sejarah budaya ke dalam kurikulum SD hingga perguruan tinggi. Tujuannya agar generasi muda masa depan mengetahui akar budaya leluhur mereka dan tidak larut dalam ekspansi budaya negara lain.

Salah Satu Pelaku UMKM di Kampung Sasak Sade, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Terlebih lagi, khazanah budaya tenun dan songket tidak dimiliki banyak negara lain dan hanya berkembang secara turun-temurun di Indonesia. Kedua, mendorong pengakuan HAKI terhadap motif di setiap daerah 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Ketiga, mendorong Kemenparekraf untuk menghadirkan sentra tenun berkualitas dengan produk-produk yang terstandarisasi.

“Di bawah payung Kementerian Dalam Negeri, kita berharap kearifan lokal dapat terintegrasi antardaerah sehingga setiap pemerintah daerah dapat menginventarisasi produk tenun yang sudah diverifikasi,” papar Prof. Anna.

Demikian pula dengan Pemilihan Putra Putri Tenun Indonesia, diharapkan dapat menjadi ‘perpanjangan tangan’ bagi generasi muda untuk menggerakkan daerah, memperluas kecintaan terhadap tenun daerah masing-masing, dan mempromosikan kekayaan tenun dan songket. “Dengan kepiawaian generasi muda di dunia digital, tenun dan songket Nusantara diharapkan dapat dikenal, dicintai, dan dibanggakan oleh semakin banyak rakyat Indonesia,” ujar Anna

Resolusi para perajin tenun di tahun 2023 adalah bagaimana memperkuat produksi, pengembangan produk, dan pemasaran di dalam negeri. Penguatan di dalam negeri setelah tiga tahun harus terhenti akibat kondisi pandemi global.” Setelah produksi kembali stabil, akan lebih mudah bagi tenun dan songket Nusantara untuk go international dan bersinar di pentas global,” tuturnya (red/sam).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *